Puluhan Karyawan dan Dosen Undar Tak Terima Gaji Selama 7 Bulan

"Gaji Dosen ini terhitung 1 mei 2019 sudah tujuh bulan nggak dibayar"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Mei 2019 15:27 WIB

Author

Muji Lestari

Puluhan Karyawan dan Dosen Undar Tak Terima Gaji Selama 7 Bulan

Aksi demo yang dilakukan oleh karyawan dan dosen di Kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Jawa Timur. Mereka menuntut agar Yayasan Undar membayar gaji yang belum dibayar selama 7 bulan. (Foto: KBR/Muji Lestari)

KBR, Jombang - Puluhan karyawan Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di halaman Kampus. Mereka menuntut agar Yayasan membayar gaji mereka yang belum dibayar selama tujuh bulan.

Koordinator aksi, Suhudi menduga, kampus sengaja menunda pembayaran pegawai, karena konflik internal sejak April 2018 lalu. Konflik itu menyebabkan sejumlah jabatan seperti rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan dan beberapa jabatan lainnya kosong.

Selain itu, kekosongan jabatan tersebut juga menyebabkan proses perkuliahan dan pelaporan data civitas akademika kepada Kemeristek Dikti menjadi terganggu.

"Gaji dosen sampai 1 Mei 2019 ini sudah tujuh bulan nggak dibayar, kalau terhitung Juni 2019 berarti delapan bulan. Alasan pertama kami bergerak kan karena nggak dibayar gajinya. Karyawan juga nggak dibayar gajinya," kata Suhudi, di Jombang, Senin (28/5/2019).

Suhudi mengaku, selain tidak dibayar, buntut dari konflik internal ini ada beberapa karyawan yang dipecat oleh Yayasan Undar secara sepihak tanpa alasan.

Besaran gaji karyawan dan dosen Undar bervariasi, meski jumlah yang diterima tidak sebesar Upah Minimum Kabupaten (UMK).

"Kalau rencana mogok kerja hingga saat ini belum ada. Bukan berarti tidak ada, tapi belum. Kalau yang di-PHK kira-kira sudah ada tiga orang. Soal gaji tidak besar sebenarnya, rata-rata antara Rp1 hingga 1,5 juta," jelasnya.

Dalam aksi ini, karyawan dan dosen juga meminta Yayasan membatalkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Undar tentang pengangkatan rektor, karena prosedur yang dijalankan, tidak sesuai dengan statuta yang ada.

Aksi demo diikuti sejumlah perwakilan mahasiswa, yang menolak perpanjangan masa jabatan dan kedudukan Pengurus Yayasan Undar melalui Surat Keputusan (SK) pembina Yayasan.

"Yayasan Undar sedang dalam keadaan sengketa dan saat ini prosesnya masih di Pengadilan," kata Suhudi beralasan.

Aksi berlangsung sekitar satu jam itu tidak mendapat respon apapun dari Yayasan Undar.

Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17