Share This

Waisak, Ratusan Napi di Sumut Dapat Remisi

"Sedangkan RK II atau Remisi Khusus bebas sebanyak 3 orang,"

NUSANTARA

Senin, 28 Mei 2018 21:40 WIB

Anugrah Andriansyah
Author

Anugrah Andriansyah

Ilustrasi: Upacara penerima remisi. (Foto: KBR/Zulkifli)

KBR, Medan- Sebanyak 157 wargabinaan beragama Buddha mendapatkan remisi Hari Raya Waisak 2562 dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut). Juru bicara Kemenkumham Sumut, Josua Ginting  menjelaskan, 3 orang diantaranya langsung bebas.  

"Untuk Remisi Khusus (RK I), sebany‎ak 154 orang, sedangkan RK II atau Remisi Khusus bebas sebanyak 3 orang," kata Josua kepada KBR, Senin malam (28/5/2018).

Lanjut dia, ratusan warga binaan mendapatkan RK I dengan pemotongan masa tahanan dari 15 hari hingga 2 bulan. Hal yang sama juga diberikan terhadap RK II dalam remisi tersebut.

"Sebagian terjerat kasus narkotika yang usulkan memperoleh remisi ini sebanyak 60 orang," kata Josua Ginting.

Lebih lanjut, remisi tersebut akan diserahkan kepada warga binaan, Selasa besok (29/05). Penyerahan surat keterangan (SK) remisi diberikan melalui masing-masing Lapas dan Rutan yang di Sumut.

"Jadinya, kepala UPT (Unit Pelayanan Terpadu) yang menyerahkan SK remisi ‎tersebut," pungkasnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.