Penyerangan Kantor PT Freeport, Kapolda Papua: Ingin Tunjukkan Eksistensi

"Mereka mau menunjukkan bahwa ini loh kami. Kelompok kami punya kemampuan dan kekuatan,"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 01 Apr 2020 10:58 WIB

Author

Arjuna Pademme

Penyerangan Kantor PT Freeport, Kapolda Papua: Ingin Tunjukkan Eksistensi

Ilustrasi: Tembagapura, Papua, wilayah penunjang aktivitas penambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Wikimedia Commons/Kelapstick)

KBR, Jayapura-  Kepolisian Daerah atau Polda Papua menyatakan kelompok bersenjata melakukan penyerangan ke area perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua karena ingin menunjukkan eksistensinya. Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengatakan dari hasil analisis sementara kepolisian, kelompok penyerang yang diduga kelompok bersenjata pimpinan Jhoni Botak tersebut, ingin menunjukkan kepada berbagai pihak, jika mereka punya kekuatan.


"Indikasinya jelas dia mau menunjukkan kepada semua pihak bahwa dia memiliki eksistensi. Kira-kira begitu. Artinya bahwa tujuannya dia hanya mau membesarkan kelompoknya untuk diakui begitu. Minta pengakuan, kira-kira sebatas itu.  Mereka mau menunjukkan bahwa ini loh kami. Kelompok kami ini. Kami punya kemampuan dan kekuatan," kata Paulus Waterpauw.

Menurut Kapolda Papua, kelompok ini memiliki senjata api yang didapat dengan barbagai cara. Di antaranya, merampas atau mencuri senjata api milik aparat keamanan. Senjata itu kemudian yang digunakan menyerang aparat keamanan yang bertugas di lapangan, dan menteror warga sipil.

Diduga sebelum menyerang area perkantoran PT Freeport Indonesia, kelompok ini berencana melakukan gangguan keamanan areal penambangan PT Freeport Indonesia, di Distrik Tembagapura.
Akan tetapi kelompok tersebut kesulitan masuk ke Tembagapura, lantaran area itu telah dijaga ketat aparat keamanan.

Kelompok penyerang kemudian mengalihkan rencana penyerangan ke area perkantoran PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana.
Kata Kapolda, sebelum penyerangan terjadi, aparat keamanan memonitor kelompok tersebut berada di sekitar Kali Kopi. Kepolisian memperkirakan sejak malam sebelum kejadian, kelompok penyerang telah mempersiapkan diri di sekitar lokasi, dan menunggu waktu untuk melakukan penyerangan.

Kelompok bersenjata menyerang kantor PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika pada Senin siang (30/3/2020). Seorang karyawan PT Freeport Indonesia berkebangsaan Selandia Baru tewas ditembak di bagian dada. Dua karyawan lain yang merupakan warga Negara Indonesia mengalami luka tembak.

Penjagaan

Sebanyak 5.000 aparat gabungan disiagakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Aparat gabungan ini terdiri dari 2.000 anggota Polri dan 3.000 prajurit TNI dari berbagai satuan tugas.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan ribuan aparat ini disiagakan untuk mengamankan wilayah Tembagapura dari kelompok bersenjata yang sempat 'meneror' wilayah itu.

Berita Terkait: Ada Konflik Bersenjata di Tembagapura, Seribuan Warga Mengungsi

Kapolda Papua juga menyebut ribuan aparat sudah disiagakan sejak beberapa hari lalu untuk mencegah kelompok bersenjata memasuki area penambangan PT Freeport Indonesia.

"Kehadiran kelompok kriminal bersenjata sangat menakutkan warga masyarakatnya sendiri. Kita akan lakukan penegakan hukum sampai maksimal, karena mereka ini sangat menakutkan warga masyarakat. Mengkhawatirkan warga masyarakat," kata Kapolda Papua, Kamis (19/3/2020).

Kapolda Papua mengklaim situasi di Tembagapura kini kondusif. Tapi, sekitar 1.700 warga empat kampung dari Distrik Tembagapura masih mengungsi di Timika.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri