Belasan Ribu Buruh Kena PHK, Ribuan Perusahaan Gulung Tikar dari Jawa Barat sampai Aceh

"Yang bertahan khusus pengusaha ekonomi menengah ke atas.”

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 30 Apr 2020 17:38 WIB

Author

Arie Nugraha, Erwin Jalaludin

Belasan Ribu Buruh Kena PHK, Ribuan Perusahaan Gulung Tikar dari Jawa Barat sampai Aceh

Sebuah hotel bintang lima di Aceh sepi kunjungan akibat pandemi Covid-19 (3/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Bandung - Sebanyak 12.661 buruh dari 375 perusahaan kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak wabah COVID-19. 

Selain itu ada 50.187 buruh lain dari 666 perusahaan berstatus dirumahkan. Total jumlah buruh yang dipecat dan dirumahkan di Jawa Barat akibat wabah corona sebanyak 62.848 buruh.

Sekertaris Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat Agus Hanafiah menyarankan buruh yang dipecat dan dirumahkan agar segera mendaftar dalam program Kartu Prakerja secara daring (online). Meski sebelumnya, kata Agus, sebanyak  49.503 buruh telah terdata sesuai dengan nama dan alamat tempat tinggalnya.

"Namun demikian tidak semua masyarakat itu memahami atau memiliki fasilitas untuk daftar secara online. Maka Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan atau menyediakan layanan asistensi untuk Kartu Prakerja," kata Agus dalam siaran pers daring, Bandung, Kamis, 30 April 2020.

Lokasi layanan asistensi Kartu Prakerja di Jawa Barat antara lain di Kantor Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat dan lima Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) yang ada. Lokasinya berada di Bogor, Karawang, Cirebon, Bandung dan Garut.

Selain itu pelayanan asistensi Kartu Prakerja juga digelar di tiga kantor balai latihan kerja dan transmigrasi. Dua balai latihan kerja berada di Kota Bandung yaitu Balai Latihan Kerja Mandiri dan Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia serta satu Balai Latihan Kerja Kompetensi di Bekasi.

"Program Kartu Prakerja akan dilaksanakan 30 gelombang. Mulai per 11 April 2020 dan nanti akan berakhir di minggu keempat bulan November 2020," ujar Agus.

Jatah program Kartu Prakerja untuk Jawa Barat mencapai 937.511 orang, dari total 5.6 juta jatah formasi nasional. Jatah untuk Jawa Barat tersebut kedua terbesar usai DKI Jakarta.

Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat menyebut pandemi COVID-19 berimbas pada 1.605 perusahan. Sedangkan yang langsung melakukan pemecatan dan perumahan terhadap buruhnya mencapai 1.041 perusahan. 

Gulung tikar

Sementara itu di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, ribuan perusahaan bangkrut karena terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lhokseumawe Husaini Setiawan, pengusaha yang gulung tikar paling banyak berasal dari sektor industri, jasa kontruksi dan bangunan, hingga kalangan pedagang.

Ia pun menyatakan rangkaian aktivitas usaha di Lhokseumawe kini terhenti.

"Ini Covid-nya memang luar biasa, bukan hanya berlaku di Lhokseumawe, tapi di seluruh dunia hancur semua berantakan. Tidak bergerak ekonomi karena tidak bisa bergerak pengusaha, ini hampir 75 persen. Yang bertahan khusus pengusaha ekonomi menengah ke atas,” kata Husaini Setiawan kepada KBR, Kamis (30/4/2020).

Husaini memprediksi dunia usaha akan terus terjepit selama masa tanggap darurat Covid-19 belum berakhir. Ia pun mengimbau pengusaha untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ditengah masa pandemi ini.

Berita Terkait:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta