Antisipasi Keadaan Darurat, NTB Sudah Siap Stok Beras 16 Bulan

"Kami sudah melakukan pendataan (bahan pangan), kita memiliki stok beras di NTB sebanyak 841.644 ton, ini cukup untuk 16 bulan lebih."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Apr 2020 15:27 WIB

Author

Zainudin Syafari

Antisipasi Keadaan Darurat, NTB Sudah Siap Stok Beras 16 Bulan

Ilustrasi: Beras. (www.pertanian.go.id)

KBR, Mataram- Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim sudah mengamankan stok pangan untuk kondisi darurat terkait pandemi Covid-19.

Kesiapan itu dinyatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahsanul Khalik.

“Kami sudah melakukan antisipasi situasi yang sangat darurat. Kami sudah melakukan pendataan (bahan pangan), kita memiliki stok beras di NTB sebanyak 841.644 ton, ini cukup untuk 16 bulan lebih," terang Ahsanul Khalik, Kamis (9/4/2020).

"Kemudian jagung 106.849 ton, ini cukup untuk 178 bulan,” lanjutnya.

Selain beras dan jagung, BPBD NTB juga sudah mendata stok kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan sejumlah komoditas hasil pertanian lainnya.

Kepala BPBD NTB Ahsanul Khalik mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk bisa membantu masyarakat jika terjadi situasi darurat akibat Covid-19.

Pihak-pihak itu antara lain, Satgas Covid-19 NTB, Bulog Drive NTB dan para pengusaha pengelola gudang stok pangan.

Adapun jumlah kasus Covid-19 di NTB sampai saat ini adalah:

  • Kasus positif terinfeksi: 10 orang
  • Pasien Dalam Pengawasan (PDP): 106 orang, 56 orang di antaranya sudah selesai pengawasan
  • Orang Dalam Pengawasan (ODP): 3.259 orang

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta