43 Santri asal Malaysia Positif Covid-19, Pemkab Magetan Lakukan Rapid Test di Ponpes

"Jadi tadi malam sudah sampai sini sudah menyerahkan rapidtest itu. Jadi pagi ini kita gunakan. (Berapa ribu?) Seribu,”

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 21 Apr 2020 17:51 WIB

Author

Adhima Soekotjo

43 Santri  asal Malaysia Positif Covid-19,  Pemkab Magetan Lakukan Rapid Test di Ponpes

Santri asal Malaysia di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan bersiap menjalani rapid test, Selasa (21/04). (KBR/Adhima)

KBR, Magetan-  Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur  hari ini  melakukan rapid test terhadap 227 santri dari negara Malaysia yang saat ini berada di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro.  Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, tes dilakukan setelah pemerintah Malaysia menyebut 43 warga mereka yang kembali dari menyantri di pesantren Temboro 43 positif corona.

“Provinsi langsung turun, jadi tadi malam sudah sampai sini sudah menyerahkan rapidtest itu. Jadi pagi ini kita gunakan. (Berapa ribu?) Seribu,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan Saif Muchlisun, Selasa (21/04/2020).

Sementara untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan jumlah santri yang positif virus corona, pemerintah daerah telah meminta kepada pengurus pondok pesantren Al Fatah Temboro untuk menyediakan gedung yang akan digunakan sebagai ruang isolasi pasien yang positif corona dengan gejala ringan. Sementara pasien positif gejala sedang dan berat akan dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan dan rumah sakit yang jadi rujukan pemerintah terkait penanganan virus corona.

“Kita antisipasi juga seandainya ini ada lonjakan pihak pondok sudah kita minta untuk menyediakan ruang. Dan pihak pondok menyediakan gedung Saridin. Gedung itu kita jadikam tempat  isolasi, sekaligus juga sebagai tempat perawatan yang positif,” imbuhnya.

Sebelumnya pejabat Kementerian Kesehatan Malaysia, mengatakan temuan klaster baru   terdiri dari 43 siswa yang telah kembali dari Temboro, Magetan.

"Dari jumlah keseluruhan itu, 34 siswa telah dikarantina di Melaka dan sembilan di Kuala Lumpur," kata dia dalam jumpa pers, Minggu (19/04). 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste