Share This

Ini Fokus Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di NTB

Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB mencatat pengungkapan kasus narkoba meningkat setiap tahun. Misalnya pada 2016 terdapat 380an kasus, tahun berikutnya naik 200an kasus mencapai angka hampir 600.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 24 Apr 2018 16:46 WIB

Ilustrasi: Narkoba. (Foto: bnn.go.id)

KBR, Mataram - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) memfokuskan pengawasan peredaran narkoba di sejumlah destinasi wisata di Lombok maupun Sumbawa.

Ini karena menurut Kepala Unit I Bagwassidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB I Ketut Sukarya, pengungkapan kasus-kasus sebelumnya banyak melibatkan wisatawan dan pekerja di lokasi wisata. Misalnya, di kawasan Senggigi, Lombok dan Gili Trawangan.

"Kalau dilihat dari data pengungkapan kasus memang cukup mengkhawatirkan. Dari perempuan pemandu lagu yang di sana banyak yang tertangkap di Senggigi, baik yang tertangkap oleh Polda maupuan oleh Polres Lombok Barat," kata Ketut Sukarya di Mataram, Selasa (24/4/2018).

I Ketut Sukarya menambahkan, operasi kepolisian itu terus dilakukan mendekati bulan Ramadan.

"Di NTB kan sudah beberapa kali dilakukan penangkapan."

Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB mencatat, pengungkapan kasus narkoba meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 menurut I Ketut Sukarya, Polda NTB menangani 241 kasus, sementara 2016 bertambah 383 kasus, pada 2017 sebanyak 586 kasus. Dan tahun ini saja hingga April mencapai 158 kasus.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.