Stok Darah di Bandung Menipis, PMI Ajak Pendonor Datang ke RS

Untuk melindungi pendonor dari wabah Covid-19, PMI Bandung menerapkan pengecekan suhu tubuh dan social distancing di ruang transfusi darah.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 19 Mar 2020 17:11 WIB

Author

Arie Nugraha, Adi Ahdiat

Stok Darah di Bandung Menipis, PMI Ajak Pendonor Datang ke RS

Ilustrasi: Petugas PMI menunjukkan kantong darah hasil donor. (Foto: ANTARA)

KBR, Bandung - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jawa Barat, melaporkan jumlah pendonor darah berkurang setelah ada wabah Covid-19. Akibatnya, kini stok labu (kantong) darah di Bandung menipis.

Menurut Uke Muktimanah, Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung, dalam kondisi normal mereka memiliki stok 500 labu darah sehari. Tapi, kini hanya tersedia 167 labu darah sehari.

Uke pun meminta para pendonor supaya tetap menyumbangkan darahnya ke rumah sakit (RS).

“Kami di PMI Kota Bandung membuat strategi-strategi khusus, supaya tidak perlu khawatir orang sehat mendonor saja ke PMI. Karena PMI itu, di tempat kami itu adalah untuk orang-orang sehat. Jadi di kita juga diseleksi dahulu, supaya orang-orang yang demam tidak masuk," kata Uke kepada KBR, Kamis (19/3/2020).

Menurut Uke, penurunan stok darah di Bandung juga terjadi karena ada pembatasan jumlah mobil transfusi darah.

"Biasanya terdapat lima mobil transfusi darah yang berkeliling, kini hanya maksimal dua operasional mobil transfusi darah," ungkap Uke.

"Sekarang kan angka DBD juga meningkat, kita harus terus antisipasi bagaimana memenuhi stok darah yang diperlukan, belum lagi dalam 2 minggu ini tertunda (akibat regulasi pembatasan aktivitas warga). Dalam tiga bulan ini kita harus susun strategi untuk tetap bisa penuhi kebutuhan transfusi darah," lanjutnya.


PMI Terapkan Deteksi Suhu Tubuh dan 'Social Distancing'

Uke Muktimanah, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bandung, menyatakan kini mereka menerapkan pengecekan suhu tubuh untuk menyaring pendonor.

Mereka juga menerapkan social distancing atau pembatasan interaksi sosial di ruang transfusi darah.

“Kita batasi yang masuk ke ruangan itu hanya lima sampai enam orang. Jadi tidak ada penumpukan orang di dalam ruang transfusi. Antriannya agak panjang sekarang ini,” kata Uke.

PMI Kota Bandung juga meminta bantuan lintas instansi pemerintah agar mengirimkan pendonor darah, demi memenuhi stok labu darah yang diperlukan.

"Di antaranya dari TNI dan Polri untuk bisa mengirimkan 10 hingga 15 pendonornya," kata Uke.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pekerja Migran Indonesia Terlunta-lunta di Negeri Jiran

Kabar Baru Jam 18

Provinsi Jakarta Resmi Berlakukan Status Pembatasan Sosial Berskala Besar

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 12