Pasca-Konflik Bersenjata, Tembagapura Dijaga 5.000 Aparat Gabungan TNI-Polri

Aparat gabungan ini terdiri dari 2.000 anggota Polri dan 3.000 prajurit TNI dari berbagai satuan tugas.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 19 Mar 2020 17:55 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pasca-Konflik Bersenjata, Tembagapura Dijaga 5.000 Aparat Gabungan TNI-Polri

Ilustrasi: Tembagapura, Papua, wilayah penunjang aktivitas penambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Wikimedia Commons/Kelapstick)

KBR, Jayapura - Sebanyak 5.000 aparat gabungan disiagakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Aparat gabungan ini terdiri dari 2.000 anggota Polri dan 3.000 prajurit TNI dari berbagai satuan tugas.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan ribuan aparat ini disiagakan untuk mengamankan wilayah Tembagapura dari kelompok bersenjata yang sempat 'meneror' wilayah itu.

Berita Terkait: Ada Konflik Bersenjata di Tembagapura, Seribuan Warga Mengungsi

Kapolda Papua juga menyebut ribuan aparat sudah disiagakan sejak beberapa hari lalu untuk mencegah kelompok bersenjata memasuki area penambangan PT Freeport Indonesia.

"Kehadiran kelompok kriminal bersenjata sangat menakutkan warga masyarakatnya sendiri. Kita akan lakukan penegakan hukum sampai maksimal, karena mereka ini sangat menakutkan warga masyarakat. Mengkhawatirkan warga masyarakat," kata Kapolda Papua, Kamis (19/3/2020).

Kapolda Papua mengklaim situasi di Tembagapura kini kondusif. Tapi, sekitar 1.700 warga empat kampung dari Distrik Tembagapura masih mengungsi di Timika.

Ribuan warga pengungsi itu menyebar di beberapa titik, menumpang di rumah kerabat mereka lantaran tak ada lokasi pengungsian.

Menurut Kapolda Papua, kelompok bersenjata yang kini berupaya memasuki area PT Freeport Indonesia merupakan gabungan dari kelompok-kelompok di Kabupaten Puncak, Lanny Jaya, dan Puncak Jaya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perpanjangan PSBB dan Upaya Menekan Penularan COVID-19