Hikmah Covid-19, Penjualan Jamu di Banyuwangi Naik 300 Persen

"Pokoknya alhamdulillah semua berkat Allah, semua ada hikmahnya. Jadi tidak semua penyakit Corona itu mematikan, tapi ada hikmah di balik itu."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 04 Mar 2020 15:57 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Hikmah Covid-19, Penjualan Jamu di Banyuwangi Naik 300 Persen

Ilustrasi: Seorang perempuan meminum jamu herbal. (Foto: KBR/Hermawan Arifianto)

KBR, Banyuwangi - Penjualan jamu herbal di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meningkat drastis setelah adanya wabah Covid-19. Hal ini diungkapkan salah satu pelaku usahanya, Heru Prayitno.

“(Peningkatannya) hampir 300 persen hari ini. Biasanya kita sehari 50 boks temulawak dan jahe, sekarang kita bisa 150 boks per hari," tutur Heru kepada KBR di Banyuwangi, Rabu (4/3/2020).

"Pokoknya alhamdulillah semua berkat Allah, semua ada hikmahnya. Jadi tidak semua penyakit Corona itu mematikan, tapi ada hikmah di balik itu. Harganya (jamu herbal) naik karena bahan- bahannya juga naik,” lanjutnya.

Heru mengungkapkan jamu herbal miliknya tak hanya dipesan dari Banyuwangi, tapi juga dari luar kota seperti Bali, Surabaya, Jember, dan  Jakarta. Bahkan ada juga pemesanan dari luar negeri yaitu Singapura, India, dan Turki.

Heru juga mengaku menaikkan harga produknya karena pesanan ramai, sedangkan bahan baku jamu herbal sulit didapat. Semisal, jamu herbal temulawak dari Rp22 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus, dan jamu jahe dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus.

Peningkatan konsumsi jamu herbal ini disambut baik oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Sebab, jamu herbal bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Dan jika kekebalan tubuh meningkat tidak akan terjangkit virus Corona," kata Anas.

Selain konsumsi jamu herbal, Anas juga meminta masyarakat berolahraga rutin dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

PDKT Paling Ampuh ala Industri Rokok

Kabar Baru Jam 17