Hampir 200 Orang Dipantau Ketat COVID-19 di Tiga Daerah di Jabar

Ada tiga daerah yang tengah dilakukan pemantauan ketat terkait paparan COVID-19, yaitu di daerah Karawang 88 orang, Depok 63 orang dan Bekasi 40 orang. Jumlah total sebanyak 191 orang dalam pantauan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 13 Mar 2020 22:52 WIB

Author

Arie Nugraha

Hampir 200 Orang Dipantau Ketat COVID-19 di Tiga Daerah di Jabar

Seorang karyawan menjalani pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

KBR, Bandung - Dinas Kesehatan Jawa Barat menyatakan sebanyak 653 orang telah dipantau terkait dugaan terpapar penyakit virus corona (COVID-19).

Sebanyak 270 orang disebutkan telah sembuh dari paparan COVID- 19.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan sisanya masih dalam pemantauan oleh petugas dinas kesehatan daerah setempat.

Berli menerangkan ada tiga daerah yang tengah dilakukan pemantauan ketat terkait paparan COVID-19, yaitu di daerah Karawang 88 orang, Depok 63 orang dan Bekasi 40 orang. Jumlah total sebanyak 191 orang dalam pantauan ketat.

“Kita kan punya petugas lapangan. Dalam kejadian seperti yang di Depok kemarin, kita membagi tugas karena yang di rumah sakit cukup banyak yang kontak langsung," kata Berli di Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Jumat (13/3/2020).

"Ada petugas rumah sakit (yang dipantau ketat), sekitar 76 orang. Dari 76 orang itu sudah bisa dipilah, ada 40 orang yang sudah menunjukkan gejala pada masuk hari ketiga dan seterusnya. Tapi yang sisanya kan tetap kita pantau, walaupun tidak menunjukkan gejala,” tambah Berli.

Berli menambahkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) ketat di Depok sebagian telah melakukan isolasi diri.

Jika terjadi peningkatan gejala mirip COVID-19 maka akan dirawat di ruang isolasi.

Berli mengklaim ruangan isolasi di Depok jumlahnya mencukupi dalam penanganan paparan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Berli juga menjelaskan upaya pencarian riwayat kontak (tracing contact) pasien yang telah dinyatakan positif COVID-19 dengan orang di sekitarnya.

Untuk memaksimalkan pencarian dan agar hasilnya akurat, kata Berli, maka data penyebaran tidak diumumkan ke publik.

“Data yang tidak disebar tersebut gunanya ya untuk ini. Kontak dengan orang yang sudah positif telah dilakukan. Karena kita sudah sering melakukannya makanya kita tidak panik,” kata Berli.

Terkait dengan tiga pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Barat, petugas Dinas Kesehatan Jawa Barat telah melakukan kontak dengan seluruh pasien untuk mengetahui riwayat perjalanannya sebelum masuk ruang isolasi.

“Data rahasianya sudah diketahui tapi hanya di lingkungan kita saja. Tracing sudah dilakukan, kita tidak hanya tracing di lokal orang tersebut. Juga melacak dari mana dia berjalan. Itu ada catatannya sebenarnya,” tutur Berli.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja