Ada Konflik Bersenjata di Tembagapura, Seribuan Warga Mengungsi

"Kami punya kepentingan untuk memastikan (penyebab dan jumlah) pengungsi ini, karena sudah beberapa kali orang mengungsi (dari Tembagapura),"

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 09 Mar 2020 14:45 WIB

Author

Arjuna Pademme, Adi Ahdiat

Ada Konflik Bersenjata di Tembagapura, Seribuan Warga Mengungsi

Distrik Tembagapura, Papua, kawasan penunjang aktivitas penambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Wikimedia Commons/Kelapstick)

KBR, Jayapura - Dalam beberapa pekan terakhir terjadi serangkaian aksi baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di Distrik Tembagapura, Papua.

Sekitar seribu warga Tembagapura lantas mengungsi ke daerah lain karena khawatir menjadi korban salah sasaran. Menurut laporan yang dihimpun Antara, sampai Senin siang (9/3/2020) total  1.572 warga yang mengungsi.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengungkapkan gelombang pengungsian ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.

"Masuknya kelompok kriminal bersenjata (ke Tembagapura) sangat menakutkan masyarakat sekitar Kopi Tawak, Kimbeli, Banti, Utikini, yang pada akhirnya mereka tinggalkan tempat asal muasal mereka dan kemudian turun ke Kota Timika," kata Paulus Waterpauw kepada KBR, Senin (9/3/2020).

"Warga memilih mengungsi dari Tembagapura karena trauma dengan kejadian pada 2017 lalu. Mereka tidak ingin menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini," lanjutnya.

Kapolda Papua Papulus Waterpauw menjelaskan pada akhir 2017 warga Tembagapura juga pernah melakukan pengungsian besar-besaran.

Ketika itu, kelompok bersenjata beberapa kali terlibat baku tembak dengan aparat keamanan, sampai ada sejumlah warga sipil yang jadi korban.


Berita Terkait: Tembagapura 'Memanas', Rombongan DPR Tak Diizinkan ke Freeport


Komnas HAM Akan Bentuk Tim Verifikasi Pengungsi

Di tempat terpisah, Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan  belum menerima laporan resmi   soal pengungsian warga Tembagapura.

Tetapi, Frits menyebut ada beberapa informan Komnas HAM Papua yang membenarkan pengungsian tersebut. Frits pun berencana membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi.

"Sekarang satu tugas penting bagi tim saya adalah kita pastikan, mereka mengungsi karena diintimidasi atau mereka mengungsi karena tindakan keamanan untuk mengamankan mereka sehingga tidak menjadi korban begitu," kata Frits Ramandey kepada KBR, Senin (9/3/2020).

Tim bentukan Komnas HAM Papua juga akan memastikan jumlah pengungsi Tembagapura. Menurut Frits, sampai saat ini datanya masih belum jelas.

"Ada instansi yang menyebut jumlah pengungsi 800 orang, ada yang menyebut 900 orang, dan ada juga yang menyebut 1.200-an orang," tutur Fritz.

"Kami punya kepentingan untuk memastikan (penyebab dan jumlah) pengungsi ini, karena sudah beberapa kali orang mengungsi (dari Tembagapura)," lanjutnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Menteri Keuangan India Dituduh Politisasi Pembagian Vaksin Covid-19 Gratis

Implementasi B30 di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK