Share This

BKSDA Aceh Evakuasi Bayi Orangutan dari Warga

Warga Desa Batu Hamparan, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara itu diduga mendapatkan satwa yang dilindungi itu dari perburuan di hutan.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 22 Mar 2018 14:19 WIB

Satu bayi orang utan dievaksuasi diambil dari Warga Desa Batu Hamparan, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto : BKSDA Aceh)

KBR, Aceh Tenggara – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kembali mengevakuasi satu bayi orangutan dari seorang warga atas nama Marzuki, Kamis (22/3/2018). Si mungil langka usia 2,5 tahun itu langsung dibawa ke Pusat Rehabilitasi Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo menuturkan, satwa liar itu diserahkan setelah petugas melakukan pendekatan persuasif terhadap Marzuki. Warga Desa Batu Hamparan, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara itu diduga mendapatkan satwa yang dilindungi itu dari perburuan di hutan.

"Memang betul ditemukan anak orangutan dipelihara oleh warga bernama Marzuki, kemudian dikasih penjelasan (perbuatan ini) terlarang. Begini, begini," tutur Sapto kepada KBR di Aceh, Kamis (22/3/2018).

"Ya, kemudian akhirnya bersedia diserahkan ke kami. Dugaan kami begitu hasil perburuannya. Seperti kasus di Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, yang namanya anakan orangutan diambil itu pasti induknya sudah dihabisi," tambahnya lagi.

Baca juga:

Atas tindakan Marzuki tersebut, lanjut Sapto, petugas tak mengambil tindakan hukum lanjutan. Sebab kata dia, yang bersangkutan bersedia menyerahkan hewan langka itu secara sukarela usai mendapatkan penjelasan dari petugas BKSDA dan aparat keamanan setempat.

Sapto menambahkan, hasil pemeriksaan sementara dari tim dokter dan ahli hewan menyatakan kondisi bayi orangutan itu secara keseluruhan dinyatakan sehat.

"Memang perutnya buncit, tapi tidak apa-apa. Tidak ada masalah gangguan kesehatan. Bayi ini harus kami rehab dulu di Batu Mbelin, untuk memulihkan perilakunya kembali di alam lepas,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, begitu bayi orangutan tersebut sudah pulih dan bugar maka akan segera dilepasliarkan ke habitatnya di Pusat Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga:

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.