Walhi: Limbah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibuang ke Sawah

"Ya masih terulang, yang pembuangan limbah konstruksi terowongan sama penimbunan sawah jadi disposal. Pembuangan tanah urugan, dua-duanya di Walini.”

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 10 Feb 2020 11:44 WIB

Author

Arie Nugraha, Adi Ahdiat

Walhi: Limbah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibuang ke Sawah

Timbunan limbah proyek jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung di area persawahan daerah Walini, Jawa Barat, Minggu (9/2/2020). (Foto: Walhi Jabar/Meiki W. Pandong)

KBR, Bandung - Proyek pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyisakan limbah. Namun, limbah itu belum dikelola dengan baik hingga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Masalah tersebut dilaporkan sejumlah perwakilan masyarakat di kawasan proyek ke posko pengaduan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat (Jabar).

Direktur Walhi Jabar Meiki W. Paendong mengungkapkan, sejak posko pengaduan dibuka sebulan lalu, lembaganya sudah menerima belasan aduan dari masyarakat di lima daerah.

"Bekasi dua (aduan), di Walini itu dua. Paling terbaru, walaupun lama kemarin, ya masih terulang, yang pembuangan limbah konstruksi terowongan sama penimbunan sawah jadi disposal. Pembuangan tanah urugan, dua-duanya di Walini,” ungkap Meiki kepada KBR di Bandung, Minggu (9/2/2020).


Limbah Proyek Kereta Cepat Menghambat Saluran Air

Sedangkan untuk di Kota Bandung, tepatnya di kawasan Gedebage dan Bodogol, material limbah konstruksi jalur Kereta Cepat menimbun dan menghambat saluran air. 

“Karena dibangunnya tiang trase-trase itu beberapa saluran air terhambat. Warga menelusurinya dan diketahui akibat adanya timbunan bekas sampah material. Sehingga bertambah titik-titik banjir di daerah tersebut,” ujar Meiki.

Meiki menegaskan Walhi Jabar masih membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Aduan tersebut nantinya akan disampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) selaku pihak yang berwenang mengeluarkan Analisa mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kereta Cepat Jakarta-Bandung berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebanyak 75 persen biaya proyek ini berasal dari utang pemerintah ke China Development Bank, dan 25 persen sisanya berasal dari ekuitas atau modal bersama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Selandia Baru Catat Penurunan Signifikan Penambahan Orang Terinfeksi Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan