Wabah COVID-19 Hambat Agenda Investasi di KEK Palu

"Rencana awal Februari CFHI datang ke Palu, dan akhir Februari rencana sudah mengawali pembangunannya di KEK. Tapi tertunda karena virus Corona, pemerintah melarang masuk ke Indonesia."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 18 Feb 2020 16:57 WIB

Author

Adi Ahdiat

Wabah COVID-19 Hambat Agenda Investasi di KEK Palu

Masterplan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. (www.kek.go.id)

KBR, Jakarta - Agenda investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah, tertunda lantaran investor dari China First Heavy Industries Group International Resources Co Ltd (CFHI) tak bisa datang ke Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Direktur Investasi dan Kerjasama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Agus Lamakarate.

"Rencana awal Februari CFHI datang ke Palu, dan akhir Februari rencana sudah mengawali pembangunannya di KEK. Tapi tertunda karena virus Corona (COVID-19), pemerintah melarang masuk ke Indonesia," kata Agus kepada Antara, Selasa (18/2/2020).

CFHI sudah menandatangani kesepakatan investasi di KEK Palu pada 17 Desember 2019. Perusahaan manufaktur Cina itu berencana menanamkan modalnya sekitar Rp120 triliun.

"Rencananya CFHI akan membawa 15 industri turunan pengolahan tembaga, pembangunannya dilakukan bertahap," kata Agus.

"Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya setelah Pemerintah RI menyatakan membuka larangan untuk kunjungan warga negara Cina ke Indonesia," katanya lagi.

Selain CFHI, perwakilan dari perusahaan Wanhong, Ltd, pengolahan tembaga asal China juga tak bisa datang ke Palu karena larangan penerbangan terkait wabah COVID-19.

"Wanhong punya perwakilan di sini (Kota Palu), tapi pulang ke Cina dan tidak bisa kembali lagi ke sini karena Corona," kata Agus.

Menurut Agus, Wanhong sudah membersihkan seluruh lokasi yang akan dijadikan pembangunan pabrik di KEK Palu.

"Lokasi sudah dibersihkan semua, tinggal mau dibangun dengan nilai investasi Rp800 miliar," katanya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13