Konflik Tak Kunjung Usai, Wakil Bupati Nduga Akan Cari Suaka ke Luar Negeri

"Saya tunggu satu, dua bulan. Kalau tidak mau dengar lagi, saya suaka politik, saya akan keluar. Saya kasi tahu orang ditindas terus, ditindas terus sampai penjajahan besar-besaran."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 27 Feb 2020 17:41 WIB

Author

Arjuna Pademme

Konflik Tak Kunjung Usai, Wakil Bupati Nduga Akan Cari Suaka ke Luar Negeri

Wabup Nduga Wentius Nimiangge saat berorasi soal konflik Nduga beberapa waktu lalu (24/12/2019). (Foto: Facebook/Yance Yobee)

KBR, Jayapura - Wakil Bupati (Wabup) Nduga, Papua, Wentius Nimiangge menyatakan akan mencari suaka atau perlindungan politik ke negara lain.

Langkah itu akan diambil Wentius jika pemerintah pusat tidak kunjung menarik pasukan keamanan dari Kabupaten Nduga.

Wentius Nimiangge belum mau menyebutkan negara mana yang akan menjadi tujuannya mencari suaka nantinya.

Ia memastikan akan mewujudkan rencana tersebut jika hingga batas waktu tertentu penarikan pasukan dari Nduga tak kunjung dilakukan.

"Saya tunggu satu, dua bulan. Kalau tidak mau dengar lagi, saya suaka politik, saya akan keluar. Saya kasi tahu orang ditindas terus, ditindas terus sampai penjajahan besar-besaran lebih bagus kita keluar. Demi rakyat saya bicara, bukan politik Papua merdeka," kata Wentius Nimiangge.

Ia mengatakan, permintaan penarikan pasukan dari Kabupaten Nduga sudah ia sampaikan kepada Kapolri juga Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

Wentius menyatakan, akibat konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayahnya usejak akhir 2018 hingga kini, menyebabkan puluhan ribu warga Nduga dari beberapa distrik mengungsi ke kabupaten terdekat.

Selain itu, hingga kini pembangunan dan pelayanan pemerintahan di Kabupaten Nduga tak berjalan baik. Padahal warga Nduga juga ingin merasakan pembangunan dan pelayanan pemerintahan yang memadai seperti warga di daerah lain.

Kata Wentius, sebagai pemimpin yang dipilih masyarakat, sudah sepantasnya seorang bupati atau wakil bupati menentukan sikap ketika terjadi masalah di daerah yang dipimpinnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Menteri Keuangan India Dituduh Politisasi Pembagian Vaksin Covid-19 Gratis

Implementasi B30 di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Diduga Pungli, Empat Petugas Rapid Tes Ditangkap Polda Papua