Bupati Nduga: Masyarakat Nduga Masih Hidup dalam Rasa Takut

"Sebenarnya bisa kita tangani. Tapi kita acuh tak acuh dengan keadaan itu karena pemerintah pusat mereka tidak pernah koordinasi dengan kita."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 27 Feb 2020 17:28 WIB

Author

Arjuna Pademme

Bupati Nduga: Masyarakat Nduga Masih Hidup dalam Rasa Takut

Lokasi Kabupaten Nduga, Papua. (Google Maps)

KBR, Jayapura - Bupati Nduga, Papua, Yairus Gwijangge menyatakan hingga kini situasi kabupaten yang dipimpinnya belum aman.

Masyarakat Nduga masih hidup dalam rasa takut akibat konflik antara kelompok bersenjata dengan aparat keamanan di wilayah itu sejak akhir 2018.

Menurutnya, situasi itu membuat puluhan ribu warga Nduga masih mengungsi ke berbagai kabupaten sekitar, lantaran khawatir menjadi korban salah sasaran dari konflik kedua pihak.

Katanya, hingga kini situasi keamanan di Nduga tak kunjung membaik. Konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan bisa terjadi kapan saja, ketika kelompok bersenjata memasuki perkampungan warga.


Lihat Juga: Hutannya Bagus, Pemerintah Akan Buka Lahan Investasi Hijau di Papua


Pemerintah Pusat Tidak Koordinasi dengan Pemda untuk Cari Solusi Konflik

Menurut Bupati Nduga Yarius Gwijangge, pemerintah pusat tidak pernah memberikan kepercayaan kepada pemerintah kabupaten untuk menyelesaikan masalah di daerahnya.

"Sebenarnya bisa kita tangani. Tapi kita acuh tak acuh dengan keadaan itu karena pemerintah pusat mereka tidak pernah koordinasi dengan kita. Pemerintah pusat coba memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah supaya kami juga bisa mencoba," kata Yarius Gwijangge.

Menurut Yarius, pemerintah kabupaten sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat mestinya dikedepankan dalam penyelesaian masalah di daerah. Ketika pemerintah daerah tidak mampu barulah pemerintah pusat mengambil alih penanganannya.

Akan tetapi yang terjadi selama ini dalam upaya penyelesaian masalah Nduga, pemerintah pusat terkesan mengabaikan keberadaan pemerintah daerah.

Pemerintah pusat mengambil langkah upaya penyelesaian tanpa berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10