Hina Bendera Tauhid, Mahasiswa USU Dituntut 18 Bulan Penjara

"Perbuatan terdakwa mencederai rasa persaudaraan antarumat beragama. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa sudah berdamai dengan pelapor dan sudah minta maaf "

NUSANTARA

Selasa, 26 Feb 2019 16:20 WIB

Author

Anugrah Andriansyah

Hina Bendera Tauhid, Mahasiswa USU Dituntut 18 Bulan Penjara

Agung Kurnia Ritonga usai mendengarkan tuntutan dari JPU di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/2/2019). (Foto: KBR/Anugrah A.)

KBR, Medan- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina menuntut Agung Kurnia Ritonga (22) dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara disertai denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan. JPU menilai terdakwa telah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial yakni menghina bendera Tauhid.

Di depan majelis hakim yang diketuai, Ferry Sormin, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) itu dinyatakan bersalah melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik  sebagaimana dakwaan subsider.

"Hal yang memperberatkan perbuatan terdakwa mencederai rasa persaudaraan antarumat beragama. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa sudah berdamai dengan pelapor dan sudah minta maaf di akun Instagram serta Whatsapps. Terdakwa masih mahasiswa aktif Fakultas Pertanian," kata Rahmi di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/2/2019).

Usai mendengarkan tuntutan, persidangan ditunda hingga pekan depan untuk mendengarkan nota pembelaan (pledoi)  terdakwa. Ditemui usai persidangan, Agung yang diwawancarai  enggan berbicara panjang.

"Nanti saja bang dalam pledoi," ujar Agung.

Sebelumnya pada 24 Oktober 2018 di sebuah kedai kopi di Jalan Laksana Medan, terdakwa mengetikkan kalimat di instastory Instagramnya dengan isi kalimat berupa 'Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya?"

Terdakwa nekat melakukan perbuatan itu, lantaran protes terhadap orang-orang yang marah dengan bendera Tauhid dibakar. Sebab dengan marah-marahnya mereka tersebut, menurut terdakwa tidak menyimbolkan ajaran Islam karena hanya dengan dibakarnya bendera nilai ke-Islaman tidak hilang.  .


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.