Yel-yel SARA, Mahfud MD: Jangan-jangan Gurunya Agak Bego

"Pembinaan saja dulu, dipanggil. Jangan-jangan gurunya agak bego kali. Masak ada yel-yel begitu? Dilihat saja dulu, dipanggil, pembina Pramukanya siapa?"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Jan 2020 09:36 WIB

Author

Ken Fitriani

Yel-yel SARA, Mahfud MD: Jangan-jangan Gurunya Agak Bego

SD Timuran Yogyakarta tempat pembina Pramuka mengajarkan yel yel "Islam yes kafir no", Senin (13/01/20) (KBR/Ken)

KBR, Yogyakarta- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan  yel-yel  SARA yang diajarkan pembina Pramuka di Yogyakarta sebagai merendahkan keberagaman dan keberagamaan. Kata dia, "yel yel Islam no, Kafir yes" tidak baik untuk keutuhan bangsa Indonesia.

Dia meminta Pemerintah Daerah memanggil guru yang bersangkutan, agar dapat diketahui tujuan dari adanya yel-yel tersebut.

"Pembinaan saja dulu, dipanggil. Jangan-jangan gurunya agak bego kali. Masak ada yel-yel begitu? Dilihat saja dulu, dipanggil, pembina Pramukanya siapa?" Kata Mahfud usai menghadiri pembukaan Dialog Kebangsaan 'Merawat Persatuan, Menghargai Keberagaman', di Universitas Islam Indonesia, Selasa (14/1/2020).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyesalkan  kejadian pembina Pramuka yang mengajarkan yel yel "Islam Yes, Kafir No" di sebuah Sekolah Dasar. Terlebih, kejadian bersentimen SARA itu terjadi di lingkungan Pramuka yang mengajarkan kebhinekaan dan keberagaman.

"Saya sangat menyesali kejadian itu, apalagi terjadi di Pramuka. Di Indonesia tidak ada kafir, " papar Sultan usai menjadi pembicara kunci Dialog Kebangsaan 'Merawat Persatuan, Menghargai Keberagaman' , di Universitas Islam Indonesia, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga:

Meski Dirusak, Sedekah Laut Tetap Berlanjut 

Komnas HAM: Pemda Harus Sediakan Pemakaman Umum yang Tidak Menyulitkan Minoritas  

Menurut Sultan, yel-yel berbau SARA semacam itu bukan pada tempatnya ada dalam kegiatan pramuka serta tidak perlu diajarkan kepada siswa.

"Itu tidak betul itu. Bukan tempatnya di situ dan tidak perlu mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.

Sebelumnya, salah seorang pembina pramuka mengajarkan yel-yel berbau SARA kepada para siswa peserta kegiatan pramuka di SDN Timuran, Kota Yogyakarta pada Jumat (10/1). Yel-yel berbunyi "Islam Yes Kafir No" yang disisipkan dalam tepuk pramuka itu diketahui oleh seorang wali murid berinisial K saat menjemput anaknya.

"Awalnya semua bernyanyi normal saja, lalu tiba-tiba ada salah satu pembina putri masuk dan mengajak anak-anak tepuk Islam. Saya kaget karena di akhir tepuk kok ada yel-yel 'Islam-Islam yes kafir-kafir no," kata K pada Senin (13/1) seperti ditulis Antara.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Saat Seniman Bersiasat

Soal Menyulap Hotel jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Puluhan Objek Wisata di Aceh Utara Terbengkalai

Kabar Baru Jam 8