Waspada Virus Corona Wuhan, Bali Kintamani Festival Ditunda

"Penundaan ini dalam batas waktu yang tidak ditentukan, tetapi kami usahakan tahun ini bisa jalan, sambil menunggu situasi di sana (Tiongkok) kondusif."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Jan 2020 16:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Waspada Virus Corona Wuhan, Bali Kintamani Festival Ditunda

Warga etnis Tionghoa menampilkan tari Barongsai saat ritual tolak bala menyambut Imlek di kawasan Kuta, Bali, Jumat (24/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah Provinsi Bali bersama Association of the Indonesian Tours and Travel (ASITA) sempat berencana mendatangkan sekitar 1.500 wisatawan Tiongkok ke Bali untuk menonton acara Bali Kintamani Festival pada 8 Februari 2020.

Namun, setelah merebaknya kasus virus Corona Wuhan, Pemprov Bali menunda pelaksanaan acara tersebut.

Keputusan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa usai rapat dengan asosiasi pariwisata di Gedung Bali Tourism Board (BTB), Denpasar, Senin (27/1/2020).

"Penundaan ini dalam batas waktu yang tidak ditentukan, tetapi kami usahakan tahun ini bisa jalan, sambil menunggu situasi di sana (Tiongkok) kondusif," kata I Putu Astawa, seperti dilansir Antara, Senin (27/1/2020).

Penundaan Bali Kintamani Festival disosialisasikan juga dalam surat edaran yang ditandatangani Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.


Kunjungan Wisatawan ke Bali Bakal Berkurang

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa memprediksi merebaknya virus Corona Wuhan akan menurunkan jumlah wisatawan ke Bali. Namun, bagi Astawa penurunan wisatawan itu tidak bermakna negatif.

"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan tentu akan terjadi menyusul kebijakan Pemerintah Tiongkok. Akan tetapi, ini saatnya kita untuk instrospeksi diri juga," ujarnya.

"Mungkin saatnya kita mulai berbenah, terutama isu-isu terkait pariwisata, seperti masalah lingkungan, sampah, kemacetan dan air bersih di Bali. Saatnya kita membenahi hal tersebut," lanjutnya.

Sambil menunggu keadaan di Tiongkok kondusif, Astawa menilai Bali bisa membidik wisatawan dari negara-negara lain.

"Kita tidak bisa melupakan pasar potensial seperti Eropa, serta Australia juga yang berkontribusi besar terhadap jumlah kunjungan tiap tahunnya," ucapnya.

Hal tersebut diamini Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) IB Agung Partha Adnyana.

"Masalah tingkat kunjungan sudah pasti turun, meskipun belum diketahui secara pasti, tetapi kunjungan wisatawan asing lainnya masih tetap bagus," kata Agung kepada Antara, Senin (27/1/2020).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17