RS Hasan Sadikin Rawat Dua Pasien Terduga Terpapar Virus Corona

"Pasien satunya lagi rujukan dari RS Borromeus Bandung, tidak melalui IGD karena saat datang kondisinya sudah memburuk."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 27 Jan 2020 11:34 WIB

Author

Arie Nugraha

RS Hasan Sadikin Rawat Dua Pasien Terduga Terpapar Virus Corona

Petugas mengontrol ruang khusus virus corona di ruangan isolasi Kemuning, RS Hasan Sadikin, Bandung, Jumat (24/01). (Antara/Novrian)

KBR, Jakarta-  Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyatakan merawat dua pasien dengan perlakuan penyakit infeksi menular khusus di ruang isolasi Kemuning. Kedua pasien tersebut sedang dilakukan observasi oleh tim dokter, untuk mengetahui terpaparnya virus corona (2019 n-cov) usai melakukan perjalanan ke Cina dan Singapura.

Menurut Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi, pasien yang keduanya laki-laki paruh baya,  salah satunya warga negara Tiongkok itu, datang  kemarin dengan waktu yang berbeda. Nina menyebutkan saat hasil observasi tim dokter penanganan penyakit infeksi menular khusus, menyebutkan pasien WNA mengalami infeksi pernapasan bagian atas dan yang WNI mengalami infeksi pernapasan akut.

“Hari ini sampelnya dikirim ke Litbangkes dan kita menunggu hasil tersebut. Jadi tidak bisa langsung. Ya mudah-mudahan yang terbaik untuk kedua pasien tersebut. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” kata Nina di RS Hasan Sadikin, Bandung, Senin (27/01).

Nina menjelaskan akibat adanya riwayat perjalanan kedua pasien ke negara yang positif terpapar virus corona, maka perlakuan pemeriksaan layaknya penyakit infeksi menular khusus diberlakukan. Saat ini kondisi pasien warga Tiongkok dalam keadaan normal, sementara untuk pasien WNI mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Riwayat kedatangan warga Tiongkok yang dirawat diruang isolasi, datang mengalami batuk dan sesak napas disertai demam 37 derajat Celcius. Namun saat diperiksa di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD), hanya di kisaran 36 derajat rujukan Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

“Namun untuk pasien satunya lagi rujukan dari RS Borromeus Bandung, tidak melalui IGD karena saat datang kondisinya sudah memburuk. Pasien langsung diantar melalui jalur lain, tidak melewati bagian dalam rumah sakit ke ruang isolasi khusus Kemuning (RIKK),” ujar Nina.

Kedua pasien kini ditangani secara intensif oleh tim dokter penanganan penyakit infeksi menular khusus. Dalam waktu dekat ini, hasil dari laboratorium Kementerian Kesehatan akan keluar. 


Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

RUU Ketahanan Keluarga Campuri Ranah Pribadi?

Kabar Baru Jam 13

Choirul Anwar: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Popok