Share This

Pilkada Serentak, Hoaks Meningkat di Bondowoso

"Tim cyber kami sedang melakukan profiling untuk mencari siapa di balik akun yang dilaporkan,”

BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 13 Jan 2018 10:00 WIB

Salah satu akun di media sosial Facebook yang dilaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik. (Foto: KBR/Friska K.)

KBR, Bondowoso– Kepala Kepolisian Bondowoso, Jawa Timur, Taufik HZ mengatakan jumlah laporan dugaan pelanggaran UU ITE meningkat seiring berjalannya proses dan tahapan Pilkada serentak tahun ini. Sejak awal Januari, sudah ada 3 kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang ditangani Polres Bondowoso.

Kata dia, dua diantaranya berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik yang menimpa salah satu peserta kontestasi Pilkada dan satu lainnya ditangkap karena memposting konten yang menyinggung agama tertentu.

“Terkait Pilkada memang sudah ada yang melaporkan terkait adanya dugaan pencemaran nama baik yang diposting di media sosial. Untuk Pilkada ini sudah ada 2 kasus dengan 2 terlapor yang berbeda. Sementara satu laporan terkait postingan yang menyinggung agama tertentu. Saat ini tim cyber kami sedang melakukan profiling untuk mencari siapa di balik akun yang dilaporkan,” kata Kapolres Bondowoso kepada KBR, Jumat (12/1/2018).

Dikatakan Taufik, untuk kasus postingan dengan konten menyinggung SARA, Polres Bondowoso telah menahan satu orang tersangka yang berpotensi dikenai pasal UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara. Saat ini Tim Cyber Polres Bondowoso juga terus melakukan mengamati perkembangan masyarakat melalui dunia maya untuk  memantau agar tak ada konten atau postingan yang berpotensi konflik dan memicu aksi protes dari masyaarakat.

“Memang tren laporan agak naik jika dibanding sebelum Pilkada. Maka kami juga mengoptimalkan peran tim cyber yang turut melakukan patroli dunia maya untuk meredam konflik,” ujarnya.

Polres Bondowoso, juga kerap mendekati sejumlah komunitas dengan banyak anggota di media sosial untuk memberikan pemahaman terkait konten–konten yang diposting. Harapannya, masyarakat Bondowoso bisa lebih bijak dalam menggunakan internet utamanya saat memposting sesuatu di sosial media.

Editor: Rony Sitanggangg

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.