BERITA

Waspada, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Bondowoso

"Selain rawan kecelakaan, para pemudik juga diimbau untuk mewaspadai maraknya aksi kriminalitas jelang lebaran. "

Friska Kalia

Waspada, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Bondowoso
Ilustrasi arus mudik. Foto: Muhamad Ridlo KBR

KBR, Bondowoso – Satlantas Polres Bondowoso, Jawa Timur, kembali mengingatkan para pemudik untuk mewaspadai sejumlah jalur yang dianggap rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Faisol Amir mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan, tercatat kawasan paling rawan berada pada jalur masuk Jember – Bondowoso dan Bondowoso – Situbondo.

“Jalur dari Jember - Bondowoso dan Bondowoso - Situbondo. Utamanya daerah Grujukan potensinya tingkat kecepatan tinggi sehingga pengendara biasanya lengah. Dan daerah Tapen dimana jalannya lurus dan bergelombang. Ini biasanya sering para pengendara tidak menghiraukan rambu – rambu,” kata Faisol saat dikonfirmasi KBR, Selasa (14/7/2015).

Faisol menambahkan, beberapa kawasan lain yang juga berpotensi rawan kecelakaan diantaranya daerah Pujer kilometer 20, serta jalur Arak – arak kilometer 30.  Selain rawan kecelakaan, para pemudik juga diimbau mewaspadai maraknya aksi kriminalitas. Sejumlah aksi pencurian mulai marak terjadi di wilayah Bondowoso. Terakhir, dua unit mobil dan 3 unit sepeda motor hilang bersamaan di wilayah kota.

“Kami imbau juga untuk para pemudik  memeriksa kembali kondisi rumah sebelum ditinggalkan,” imbuh Faisol.

Berdasarkan pantauan KBR di Bondowoso hingga hari ini belum ada peningkatan jumlah pemudik. Bahkan kondisi terminal Bondowoso terbilang sepi dan tidak ada lonjakan penumpang bus antar kota.

Editor: Malika

  • jalur mudik rawan laka
  • aksi kriminalitas jelang lebaran
  • arus mudik
  • jalur mudik
  • pantauan mudik
  • laporan mudik
  • titik rawan kecelakaan Bondowoso

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!