NUSANTARA

Warga Ahmadiyah Transito Diklaim Tertarik Program Transmigrasi

"KBR68H Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengklaim banyak warga Ahmadiyah di Transito Mataram tertarik dengan program transmigrasi."

AUTHOR / Ninik Yuniati

Warga Ahmadiyah Transito Diklaim Tertarik Program Transmigrasi
Ahmadiyah, Transmmigrasi, NTB, Transito

KBR68H Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengklaim banyak warga Ahmadiyah di Transito Mataram tertarik dengan program transmigrasi. Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB Abdul Hakim mengatakan, saat ini sekitar 116 warga Ahmadiyah itu masih berunding dengan anggota keluarga masing-masing. (Baca: Jemaat Ahmadiyah NTB Diminta Tak Asal Terima Tawaran Transmigrasi)

Dalam program tersebut pemerintah menawarkan lahan dan rumah serta kehidupan yang layak di daerah tujuan. Rencananya, para warga akan ditempatkan di dua lokasi, yaitu di pulau sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi. (Baca: Setara Institute: Transmigrasi Jemaah Ahmadiyah Timbulkan Konflik Baru)

"Kalau di transmigrasi jelas, pertama lahan dan rumah, jaminan hidup selama satu tahun kalau tidak salah. Jadi mengikuti program transmigrasi. (Ini lahan dan rumah sudah atas nama mereka?). Oh pasti, sertifikat keluar atas nama yang bersangkutan. Jadi pemerintah menjamin kelayakan bagi mereka yang sebagai transmigran," kata Abdul Hakim di acara Sarapan Pagi KBR68H, (28/2).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB Abdul Hakim mengklaim pihaknya menjamin kesiapan infrastruktur di daerah tujuan transmigrasi. Terkait masalah identitas, Abdul Hakim juga memastikan para warga bakal memperoleh pengakuan sebagai warga negara yang sah. Pemerintah NTB menargetkan program transmigrasi ini berjalan pertengahan tahun ini. (Baca: Pemprov NTB Jamin Kepemilikan Lahan Jika Jemaat Ahmadiyah Ikut Transmigrasi)

Editor: Irvan Imamsyah

  • Ahmadiyah
  • Transmmigrasi
  • NTB
  • Transito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!