RAGAM

Tren Influencer Marketing 2023: Seberapa Efektif Untuk Sebuah Brand?

"Shintaries : Kurang lebih dari 70% penduduk Indonesia itu, mereka berada di internet dan setengahnya memang aktif di media sosial."

Iqbal Rizqi Ramadhan

Tren Influencer Marketing 2023: Seberapa Efektif Untuk Sebuah Brand?
Trend Influencer Marketing 2023: Seberapa Efektif Untuk Sebuah Brand?

KBR, Jakarta – Jumlah pengguna media sosial meningkat setiap tahunnya dan rata-rata pengguna menghabiskan waktu kurang lebih selama 3 jam di media sosial, hal ini merupakan target market yang tepat untuk menggunakan strategi influencer marketing bagi sebuah brand.

Di tahun 2022, berdasarkan riset dari Statista.com, dana yang digelontorkan untuk Influencer marketing di Indonesia mencapai 153 juta USD. Seiring dengan perkembangan media sosial di Indonesia, angka ini tentunya akan terus bertambah di tahun ini.

Dalam Talkshow Ruang Publik KBR membahas tentang “Yuk! Ketahui Tren Influencer Marketing 2023” yang disiarkan pada Rabu, 15 Maret 2023. Shintaries Nijerinda selaku CEO Hiip Indonesia (Influencer Marketing Platform) menjadi narasumber pada talkshow tersebut.

red


“Untuk sekarang ini kurang lebih sebanyak 270 juta orang dan ternyata sesuai dengan data We Are Social bahwa 70% itu kita berada di media sosial yang mana penetrasi itu cukup besar. Kurang lebih dari 70% penduduk Indonesia itu, mereka berada di internet dan setengahnya memang aktif di media sosial. Serta penggunaan media sosial paling banyak terdapat pada generasi Millennials, generasi Z, dan generasi Alpha.” ujar Shintaries Nijerinda.

Meningkatnya penggunaan social media juga berdampak pada peran influencer dalam industri pemasaran. Para influencer kini memiliki peran yang semakin penting dalam mengarahkan perilaku dan keputusan konsumen melalui platform social media.

“Influencer Marketing adalah salah satu strategi dari digital marketing yang berkolaborasi dengan KOL seperti selebgram, influencer, selebriti, dan lain-lain yang mempunyai followers sosial media yang cukup massive. Kita bekerja sama dengan mereka untuk memasarkan produk-produk dari brand yang ada di Indonesia. Selain itu, followersnya merupakan target market dari brand tersebut.” ujar Shintaries.

“Dari data We Are Social, terdapat 34% bahwa kita di sosial media mengikuti atau follow influencer tersebut. Tentu setiap orang akan mengikuti atau follow 1 atau lebih dari 1 influencer. Kurang lebih 37%, mereka akan mencari rekomendasi produk baru melalui sosial media.” kata Shintaries.

Jadi, hal tersebut sangat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli atau menentukan keputusan akan membeli suatu barang. Selain itu, influencer juga dapat membuat masyarakat menjadi lebih tau dan percaya terhadap suatu brand melalui testimoni atau review produk tersebut.

“Influencer marketing sebenernya sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu, jadi memang itu merupakan suatu hal yang sudah biasa dilakukan hanya saja penggunaan medianya yang berbeda menyesuaikan dengan trend dan juga perkembangan zaman. Penggunaan media atau konten apapun yang sedang naik di tahun tersebut, tetap harus menggunakan influencer marketing.” tutup Shintaries.

Baca juga: Perlu Nggak Sih, Buzzer Diatur UU? - kbr.id

  • advertorial
  • marketing
  • influencer

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!