RAGAM

Titik Balik Nadia Harsya di Dunia Financial Planning

"Geluti financial planning bermula dari kebutuhan pribadi"

AUTHOR / Nafisa Deana, Valda Kustarini

Titik Balik Nadia Harsya di Dunia Financial Planning
Nadia Harsya terjun ke dunia financial planning karena pengalaman salah melakukan perencanaan keuangan. (Dok: pribadi)

KBR, Jakarta – Bagi sebagian orang, perencanaan keuangan dianggap topik rumit karena banyak istilah ekonomi yang kurang familiar. Agar mudah dipahami, content creator dituntut untuk memberi penjelasan yang simpel nan menarik. 

Tantangan ini tak menyurutkan Nadia Harsya, certified financial planner, untuk berkreasi membagikan konten literasi keuangan di akun media sosialnya.

Nadia memilih spesialisasi perencanaan keuangan keluarga. Perempuan yang biasa dipanggil “Ibuk” ini kerap mengisi webinar maupun acara-acara luring. Ia rajin mengunggah konten di Instagram dengan bahasan ringan dan relevan seputar kehidupan perempuan maupun ibu. Misalnya soal mengatur duit belanja, bujet skincare, sampai liburan.

Awal mula ketertarikan Nadia belajar perencanaan keuangan karena didorong pengalaman pribadinya. Saat mulai bekerja dan memiliki uang sendiri, ia sempat lepas kontrol sampai lupa menabung. Masalah ini rupanya juga dialami banyak orang. Nadia makin yakin belajar perencanaan keuangan setelah berkeluarga dan memiliki anak.

“Pas anakku lahir, tentunya setiap orang tua pasti ngerasa, bisa nggak sih aku membesarkan anak ini? Itu sih yang membuat akhirnya ke-trigger, mesti diatur deh uang aku nih, nggak bisa ugal-ugalan gini,” kata narasumber podcast Uang Bicara episode 100 ini.

Sudah 12 tahun Nadia menggeluti dan mempraktikkan perencanaan keuangan. Manfaatnya nyata untuk kehidupan pribadi dan keluarganya. Misalnya, rasa aman karena sudah memiliki dana darurat yang dialokasikan untuk hal-hal tak terduga.

Baca juga:

Atur Bujet Self-Reward yang (Beneran) Self-Loving

Aline Wiratmaja Edukasi Literasi Keuangan di Media Sosial

Tak berhenti membagi edukasi di medsos, Nadia juga membuka kelas financial planning. Namun, ia memilih platform Whatsapp sebagai medium untuk mengajar. Grup Whatsapp dinilai lebih efektif karena tak perlu mengalokasikan waktu pertemuan khusus seperti di platform Zoom.

“Aku secara rutin bikin cash flow therapy. Jadi aku mengundang mereka untuk join di grup Whatsapp selama satu bulan untuk catat pengeluaran bareng-bareng. During that time, kadang aku suka nyelipin materi tentang atur keuangan,” terang alumni Fakultas Ekonomi UI ini.

Waktu yang fleksibel jadi kelebihan dari kelas Nadia. Selain itu, para peserta bisa membuka materi perencanaan keuangan yang berbentuk teks, audio, dan video, kapan saja.

Nadia menekankan, agar peserta mempraktikkan sendiri pelajaran yang didapat dalam kelas. Misalnya soal investasi, ia berpesan untuk memilih instrumen yang sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

“Jangan keburu pusing dan ruwet sama hitung-hitungan, pilihan produk investasi ABCDE. Mulai aja dari yang kamu ngerti. Sederhana, tapi terlaksana,” pungkas Nadia.

Editor: Ninik Yuniati

  • Nadia Harsya
  • Uang Bicara
  • Perencana Keuangan
  • profil
  • financial planning

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!