NASIONAL

PKB Sodorkan Nama Cak Imin Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

"Keputusan bakal capres dan cawapres akan diputuskan Pak Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra dan Cak Imin selaku Ketua Umum PKB. Dari PKB hanya mengajukan satu nama yaitu Muhaimin Iskandar."

AUTHOR / Ardhi Ridwansyah

Pemilu 2024
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2023). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho)

KBR, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyodorkan nama ketua umumnya sendiri, Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Luluk Nur Hamidah mengatakan nama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin diusulkan sebagai pendamping Prabowo lantaran itu merupakan konsekuensi politik dari koalisi antara partai Gerindra dan PKB.

"Kalau dari PKB, nama yang disodorkan itu Pak Muhaimin Iskandar. Cak Imin itu yang disodorkan PKB dan yang menjadi keputusan dari PKB karena komitmen kerja sama dari PKB dan Gerindra. Keputusan bakal capres dan cawapres akan diputuskan Pak Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra dan Cak Imin selaku Ketua Umum PKB. Dari PKB hanya mengajukan satu nama yaitu Muhaimin Iskandar," kata Luluk ketika dihubungi KBR, Selasa (6/6/2023).

Baca juga:


Luluk mengklaim sebagian besar kader Gerindra mendukung pencalonan Cak Imin sebagai bakal wakil calon presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto.

Mengenai dukungan yang diberikan basis pemilih dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau disebut Nahdliyin, kata Luluk, itu bisa menjadi modal politik yang baik bila Prabowo menyetujui Cak Imin sebagai bakal wakil calon presiden.

Menurut Luluk, PKB dikenal sebagao partai beraroma NU yang memiliki basis massa di Jawa Timur.

"Survei yang lain kan menyebutkan bahwa Prabowo itu mendapatkan kepercayaan dari pemilih Nadliyyin. Besar sekali penambahannya di Jawa Timur. Dan saya mempercayai itu juga bentuk dukungan dari PKB. Jadi ketika beliau jalan sama PKB dan ada endorsement dari PKB dan kemudian jalan bareng dibawa ke basis-basis kita di Jawa Timur misalnya, itu terbukti ada kenaikan yang sangat signifikan dan itu menurut saya bagian dari kontribusi secara tidak langsung,” ucap Luluk.

Merujuk hasil survei Litbang Kompas Mei 2023, elektabilitas Prabowo di kalangan Nahdliyin mencapai 25,8 persen, naik sekitar 7 persen dari hasil survei Januari 2023.

Survei itu memperlihatkan elektabilitas Prabowo meninggalkan bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang berada di urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 24,9 persen. Sementara Anies Baswedan ada di posisi ketiga dengan 12,3 persen.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!