RAGAM

Pertama di Indonesia, HOLEO Hadirkan Perpaduan Golf & Museum

"HOLEO Golf & Museum dan HOLEO Pop Up Mini Golf menawarkan pengalaman bermain golf yang mengasyikkan dengan konsep “Glow in the Dark”. Cek selengkapnya disini!"

Iqbal Rizqy Ramadhan

HOLEO Golf & Museum dan HOLEO Pop Up Mini Golf.

KBR, Jakarta – HOLEO Golf & Museum merupakan sebuah wahana rekreasi yang resmi dibuka untuk umum pada 12 November 2022 dan berlokasi di Jl. Cilamaya No.3, Cideng, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10150.

Pada tanggal 5 Agustus - 10 September 2023 HOLEO Golf & Museum juga membuka HOLEO Pop-Up Mini Golf di COVE Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. HOLEO Pop Up Mini Golf menawarkan pengalaman bermain mini golf 9 hole yang mengasyikkan sambil menikmati pemandangan tepi laut yang indah serta bermain mini golf dengan konsep “Glow in the Dark”.

Kehadiran HOLEO Golf & Museum dan HOLEO Pop Up Mini Golf diharapkan menjadi referensi utama sarana rekreasi yang menyenangkan bagi seluruh warga Jakarta dan dapat menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan selama bermain di HOLEO.

HOLEO Golf & Museum hadir sebagai wahana permainan mini golf pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki 18 hole dengan tema 4 musim yang memanjakan mata. Konsep wahana rekreasi ini adalah penggabungan permainan mini golf dan museum dessert. Ini merupakan konsep yang pertama kalinya diterapkan di Indonesia.

Ada hole spring yang penuh dengan bunga segar dan rumput hijau. Lalu, beranjak ke hole summer yang identik dengan pantai dan lautan.

Selanjutnya, ada hole fall yang bernuansa serba oranye khas pemandangan musim gugur yang unik dan indah. Terakhir, ada hole winter di mana pengunjung bisa merasakan suasana musim salju dan bersenang-senang di dalam igloo.

HOLEO Golf & Museum juga terdapat museum yang terdiri dari 7 ruangan bertema dessert dengan spot-spot yang fotogenik dan instagrammable.

red
Yellow Room - HOLEO Golf & Museum

Pertama, ada Pink Room dengan bathtub dan flamingo yang menggambarkan suasana musim panas. Selanjutnya, ada Yellow Room yang dominan dengan ornamen pisang.

Kemudian, di sebelahnya terdapat Blue Room di mana pengunjung bisa melihat dan berfoto dengan aneka donat. Lalu, ada Disco Room yang dirancang ala suasana pesta dengan lampu disko beraneka warna.

Berikutnya, ada Hydroponic Ice Cream di mana pengunjung bisa menuliskan permohonan dan ditempelkan ke “tanaman hidroponik” berbentuk es krim.

Selanjutnya, di depannya terdapat Painting Area di mana pengunjung dapat melukis di atas kanvas atau tote bag dengan painting kit yang sudah disediakan.

Dan terakhir, ada The Secret Garden yang segar dan mempesona dengan bunga-bunga dan ornamen payung hijaunya.

Berikut ini adalah rincian harga tiket masuk HOLEO Golf & Museum pada weekdays pada kategori Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maksimal 3 jam) dengan harga Rp 80.000, Museum (include 1 tote bag/canvas & painting kit, durasi maksimal 3 jam) dengan harga Rp 80.000.

Selain itu, kategori All Access (golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam) dengan harga Rp 129.000 dan Unlimited All Access (golf & museum tanpa batas waktu) dengan harga Rp 179.000.

Sedangkan di weekends, kategori Golf (include 1 putter & 1 ball, durasi maksimal 3 jam) dengan harga Rp 90.000 dan Museum (include 1 tote bag/canvas & painting kit, durasi maksimal 3 jam) dengan harga Rp 90.000.

Untuk All Access (golf & museum masing-masing arena berdurasi 3 jam) dengan harga Rp 149.000 dan Unlimited All Access (golf & museum tanpa batas waktu) dengan harga Rp 199.000.

Untuk harga tiket masuk HOLEO Pop Up Mini Golf pada weekdays dengan harga Rp 40.000 dan weekends dengan harga Rp 45.000.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi ke WhatsApp 081299955088 atau email ke [email protected] .

Baca juga: Benda Prasejarah Abad Ketiga Ditemukan di Banyuwangi - kbr.id

  • minigolf
  • museum
  • wahana
  • advertorial

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!