INDONESIA

Pemerintah Thailand Menghadapi Ancaman Serius dari Jalanan

"Pakar politik Thailand terkemuka Thitinan Pongsudhirak mengatakan demonstrasi saat ini merupakan gaung dari unjuk rasa anti-pemerintah 5 tahun lalu."

Sen Lam Radio Australia

Pemerintah Thailand Menghadapi Ancaman Serius dari Jalanan
Thailand, protes, Thitinan Pongsudhirak, Yingluck Shinawatra, Radio Australia

Thailand tengah diguncang aksi unjuk rasa jalanan.

Dan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra menghadapi aksi demonstrasi terbesar di negara itu sejak aksi kekerasan pada 2010.

Protes yang dimulai pekan ini menuntut pemerintah untuk mundur. Mereka berjalan kaki ke kantor-kantor kementerian dan lembaga pemerintah dan berupaya menutup kantor-kantor itu.

Pengunjuk rasa yang dipimpin bekas anggota parlemen dari partai oposisi ini menyebut pemerintahan Yingluck dikontrol kakaknya, bekas perdana menteri yang digulingkan,  Thaksin Shinawatra.

Pakar politik Thailand terkemuka Thitinan Pongsudhirak mengatakan demonstrasi saat ini merupakan gaung dari unjuk rasa anti-pemerintah 5 tahun lalu.

Kita simak perbincangannya dengan Sen Lam dari Radio Australia berikut ini.

“Ketegangan yang muncul jelas mencemaskan, sangat mencolok dan bisa dirasakan. Beritanya pun muncul di mana-mana dan semua orang membicarakannya. Jadi ini sangat serius. Kita pernah melihat ini 5 tahun lalu. Tentunya Anda ingat penutupan dan pengambilalihan bandara oleh para demonstran yang mau menggulingkan pemerintah. Ini seperti déjà vu bagi kita.”

“Kali ini tidak ada orang yang akan menutup bandara. Para pengunjuk rasa ingin menggulingkan pemerintah dengan cara membuat negara ini tidak ada yang mengaturnya. Mereka mengambil alih kementerian dan lembaga publik. Dan pemerintah menanggapinya dengan memperluas UU Keamanan Dalam Negeri untuk melindungi sebagian besar kota metropolitan Bangkok. Situasinya sudah sangat berbahaya dan tidak akan berlangsung lama. Dalam beberapa hari ini akan ada yang terjadi.”

Q. Sejauh ini Perdana Menteri Yingluck masih bersikukuh tidak akan mundur. Apa langkah yang bisa dilakukan pemerintah tanpa memperburuk situasi?

“Pilihan pemerintah tidak banyak karena demonstran anti-pemerintah menutup hampir semua jalan keluar. Mengundurkan diri atau membubarkan majelis rendah jelas tidak cukup.”

“Menurut saya pemerintah tidak perlu bubar karena akan memperlemah posisinya. Sementara kalau membubarkan parlemen dan melaksanakan pemilu baru, tidak akan berhasil. Karena  oposisi akan memboikot pemilu seperti yang mereka lakukan pada 2006.”

“Jadi pemerintah tetap bersikukuh dan membatasi tanggapannya. Mereka akan memberlakukan dan menegakkan undang-undang keamanan. Jadi kita akan melihat lebih banyak konfrontasi. Tapi ini adalah sesuatu yang sudah pernah kita lihat 5 tahun lalu dan akhirnya pemerintah yang kalah. Dan saya pikir kita akan melihatnya lagi karena para demonstran sudah membangun kekuatan sehingga pemerintah akan kesulitan menekan mereka sampai minggu depan.”

Q. Apakah dalam kekuatan itu ada militer?
 

“Militer, birokrasi senior, istana, dan semua bangsawan di Bangkok adalah orang-orang yang kalah pemilu dalam beberapa dekade terakhir. Tapi mereka punya suara yang keras. Mereka minoritas tapi berkuasa. Minoritas  yang merasa telah diabaikan dan disalahgunakan oleh pengaruh Thaksin.”
 
“Jadi entah bagaimana, kita berada dalam siklus yang sama. Melihat konfrontasi dan kekacauan yang sama saat Thaksin berkuasa.”
 
“Saya tidak berpikir inilah masa depan Thailand. Para pengunjuk rasa sekarang berharap ada beberapa intervensi konstitusi dan parlementer tambahan untuk menggulingkan pemerintah. Dan jika itu terjadi, kita akan melihat protes dari sisi lain. Para pendukung pemerintah alias kaos merah seperti pada 2009-2010.”
 
Q. Para demonstran tetap menganggap pemerintahan Perdana Menteri Yingluck bagian dari rezim Thaksin. Menurut Anda seberapa besar pengaruh Thanksin dalam pemerintahan adiknya?
 
“Dia punya pengaruh besar tentu saja. Dia adalah seorang perdana menteri di pengasingan yang berkuasa melalui adiknya. Jadi mereka ibarat dua sisi mata uang, Yingluck di satu sisi dan Thaksin di sisi yang lain.”
 
“Tapi saya pikir dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat Thailand melampaui  Thaksin. Kita akan melihat itu bila kita membiarkannya.”
 
“Menurut saya, banyak orang di sini masih merasa berada dalam era Thaksin. Penyebabnya karena Thailand telah banyak berubah dan banyak orang tidak bisa memperkirakan perubahan apa yang terjadi. Karena kita masih menemukan daya tarik orde lama diakhir abad ke-21 dan menurunnya pamor yang Mulia Raja.”
 
“Jadi pemerintahan ini sudah tercampuraduk. Thaksin yang melakukannya dan rakyat sangat marah padanya karena korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Tapi terlebih lagi karena dia telah mengubah Thailand sehingga tidak seperti dulu lagi.”


  • Thailand
  • protes
  • Thitinan Pongsudhirak
  • Yingluck Shinawatra
  • Radio Australia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!