NUSANTARA

Kesaksian PK Baasyir Digelar Besok di Cilacap

"Saksi ini akan menjelaskan posisi Abu Bakar Baasyir dalam perkara tindak pidana terorisme yang dituduhkan. "

AUTHOR / Muhamad Ridlo Susanto

Kesaksian PK Baasyir Digelar Besok di Cilacap
Abu Bakar Baasyir

KBR, Cilacap – Pengadilan Cilacap, Jawa Tengah, besok Senin, 11 Januari 2016 menggelar sidang perdana peninjauan kembali (PK) terdakwa terorisme, Abu Bakar Baasyir. Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM), Achmad Michdan telah menyiapkan saksi dan bukti baru yang akan diajukan dalam sidang tersebut. Saksi ini akan menjelaskan posisi Abu Bakar Baasyir dalam perkara tindak pidana terorisme yang dituduhkan.

Michdan mengklaim, Abu Bakar Baasyir bukanlah aktor yang terlibat langsung dalam pelatihan militer di Aceh, melainkan hanya memberikan dana infak (santunan) yang rencananya akan digunakan sebagai bantuan kemanusiaan.

"Baasyir bukan merupakan orang yang mempunyai rencana untuk melakukan kegiatan ini. Jadi dia sama sekali tidak tahu kejadian yang lalu jadi perkara terorisme itu. Dia hanya mengumpulkan dana, yang kemudian biasa disalurkan untuk infak. Lalu tersalurkan ke sana tanpa sepengetahuan dia, itu peran yang terbukti. Nah, di antara itu ada lebih dari 10 orang tersangka yang tersangkut perkara terorisme Aceh. Pelatihan militer aceh ini, tidak ada yang divonis lebih berat dari Abu Bakar Baasyir. Jadi menurut hemat kami ada pertimbangan keadilan yang tidak dilakukan oleh majelis hakim," ujarnya kepada KBR, Minggu, 10 Januari 2016.


Achmad Michdan menambahkan, pasal yang dikenakan ke Abu Bakar Baasyir seharusnya berasal dari Undang-undang Darurat. Sebab, yang terjadi hanya pelatihan militer yang dilakukan sipil.


Achmad Michdan menambahkan, bukti keterlibatan Abu Bakar Baasyir dalam perkara ini juga bisa diperdebatkan. Sebab, kliennya hanya menghimpun dana yang setahu dia akan digunakan untuk dana kemanusiaan. Sementara soal penyelewengan dana ini untuk kegiatan teror, Abu Bakar Baasyir mengaku tak tahu.


 

  • abu bakar baasyir
  • tim pembela muslim
  • tindak pidana terorisme

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!