BERITA

Kementerian Perhubungan Dalami Rekor Kecelakaan Pesawat Trigana Air

"Menurut catatan Flightglobal, maskapai Trigana Air Service telah mengalami kecelakaan sebanyak 19 kali sejak 1992."

Bambang Hari

Kementerian Perhubungan Dalami Rekor Kecelakaan Pesawat Trigana Air
Salah satu pesawat Trigana Air tengah bongkar muat di Papua. (Foto: Katarina Lita)

KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan masih perlu menelusuri catatan kecelakaan Maskapai Trigana Air sebelum memutuskan untuk mencabut izinnya.

Staf Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid mengatakan, usia pesawat yang dimiliki Trigana Air masih di bawah 20 tahun dan dianggap layak terbang.


Hadi Mustofa mengatakan catatan jumlah kecelakaan yang dialami maskapai tersebut, tidak bisa menjadi tolak ukur terhadap tindakan yang akan dilakukan nantinya.


"Kami selalu memeriksa kelaikan pesawat dari seluruh maskapai, termasuk Trigana Air. Itu kami lakukan secara rutin. Penyebab kecelakaan itu kan bisa bermacam-macam, ada faktor alam, faktor human error (kesalahan manusia), atau faktor teknik. Jadi jangan digeneralisasi dan hanya berpatokan pada angka, kemudian membuat kesimpulan. Bisa salah dalam mengambil tindakan," katanya saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon.


Menurut catatan Flightglobal, Maskapai Trigana Air Service telah mengalami kecelakaan sebanyak 19 kali sejak 1992. Jenis pesawat Trigana Air yang telah hilang atau rusak berat sejak 1992 termasuk satu tipe Antonov An-72, satu ATR 42-300, 13 Twin Otters dan tiga Fokker F27s.


Kecelakaan terbaru menimpa pesawat jenis ATR 42-300 pada Minggu (16/8/2015) lalu. Pesawat rute Sentani (Jayapura) menuju Oksibil (Kabupaten Pegunungan Bintang) itu jatuh menjelang mendarat di Oksibil. Puing-puing pesawat ditemukan berjarak 11 kilometer dari bandara.


Editor: Agus Luqman 

  • Trigana Air
  • Kecelakaan Pesawat Trigana Air
  • Oksibil
  • Kabupaten Pegunungan Bintang
  • Papua
  • Kementerian Perhubungan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

  • yusman9 years ago

    Saya dan seluruh karyawan dari pt.trigana air /nayag citra baliem sangat bertrima kasih kepada kemenhub apabila ijin terbang rute sentani tidak di cabut.seiring program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran,jadi kami mohon tolong dengan hati nurani dalam mngambil kebijakan.terima kasih,semoga harapan kami di kabulkan.amin...