NASIONAL

Kementerian Hukum Bentuk Tim Investigasi Tewasnya Tapol Papua

AUTHOR / Roni Rahmata

Kementerian Hukum Bentuk Tim Investigasi Tewasnya Tapol Papua
Tapol, tahanan politik, narapidana politik, Kanius Murib

KBR68H, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM mengaku belum menerima laporan resmi terkait meninggalnya tahanan politik Papua, Kanius Murib.

Juru bicara Kementerian Hukum Martua Batubara berjanji bakal segera membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus itu.

"Kita sudah memiliki standar prosedur operasi atau SOP. Mengapa ada seorang warga binaan yang meninggal di penjara, tentu akan ada tindakan penyelidikan. Tentu saja nanti kita akan melaporkan ke aparat penegak hukum. Kita tunggu dulu hasil penyelidikan dari petugas," kata Martua Batubara.

Awal pekan lalu, tahanan politik Papua Kanius Murib meninggal setelah sakit parah di penjara kelas II B Wamena, Jayawijaya. Padahal sejak masuk penjara 12 tahun silam Kanius dalam keadaan sehat. Hingga kini sebab meninggalnya Kanius masih dianggap misterius.

Kanius dipenjara 20 tahun atas tuduhan membobol gudang senjata di Kodim 1702 Wamena pada 2003. Sebelum meninggal, ia mengalami sakit lumpuh dan hilang ingatan.

Kalangan aktivis kemanusiaan mempertanyakan perlakuan aparat di penjara terhadap tahanan politik dan narapidana politik di Papua. Kasus Kanius Murib mengingatkan pada kasus yang dialami tapol Papua lainnya, Filep Karma dan Yusak Pakage yang juga mengalami sakit di penjara. Selama dipenjara, Filep tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Aktivis pun menggalang dana untuk membiayai perawatan sendiri di rumah sakit.

Selain Kanius Murib dan Filep Karma, terdapat enam tapol di Papua dengan beragam sakit yang diderita. Mereka adalah Ferdinand Pakage (mata buta akibat dipukul sipir), Apotnagolik Lokoal (stoke), Jefrai Murib (stroke), Forkorus Yaboisembut (gangguan penglihatan), Kimanus Wenda (hernia), Yusak Pakage (gangguan pada pencernaan).


  • Tapol
  • tahanan politik
  • narapidana politik
  • Kanius Murib

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!