BERITA

Kampanye Anti Tembakau, Mahasiswa di Malang Bagikan 50 Kilogram Jeruk

"Mereka membagikan jeruk sebagai antioksidan menangkal radikal bebas akibat asap rokok."

AUTHOR / Eko Widianto

Kampanye Anti Tembakau, Mahasiswa di Malang Bagikan 50 Kilogram Jeruk
Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia menggelar aksi Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Foto: Antara

KBR, Malang- Mahasiswa Kedokteran di Malang, Jawa Timur mengkampanyekan bahaya merokok kepada warga. Mereka membagikan jeruk sebagai antioksidan menangkal radikal bebas akibat asap rokok. Total sebanyak 50 kilogram jeruk dibagikan ratusan mahasiswa di stasiun, taman kota dan Balaikota Malang.

Mereka juga membagikan selebaran dan peringatan bahaya merokok. Sejumlah dokter juga dilibatkan untuk memberikan penjelasan bahaya asap rokok. Koorditor aksi, Irfandinata menjelaskan jika kampanye ini untuk mengingatkan anak muda dan pelajar untuk tak merokok. Serta mengajak para perokok untuk berhenti merokok.


"Kalau remaja dan anak-anak aslinya sangat rentan, soalnya jumlah terus bertambah. Apalagi masa depannya masih jauh. Yang menyebabkan orang tuanya sendiri. Seperti kasus pneumonia kemarin itu karena bapaknya sendiri," kata Irfandinata.


Aksi ini dilakukan untuk memperingati hari tanpa tembakau 31 Mei 2015. Para mahasiswa yang berasal dari tiga Perguruan Tinggi di Malang ini berharap pemerintah membebaskan kawasan publik dari asap rokok. Selain itu, pemerintah harus menyediakan tempat khusus untuk perokok. Sehingga memberikan jaminan bagi penduduk untuk menghirup udara bersih tanpa asap rokok.  

Editor: Dimas Rizky

  • Kampanye
  • Rokok
  • Tembakau
  • Malang
  • Merokok
  • Perokok
  • Asap Rokok

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!