NASIONAL

Ini Analisa Ahok Soal Pencapresan Jokowi

"KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menilai Joko Widodo (Jokowi) sangat mungkin maju menjadi calon presiden. Sebab tersiar kabar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri sudah meminta Gubernur Jakarta itu maju nyapres."

AUTHOR / Ninik Yuniati

Ini Analisa Ahok Soal Pencapresan Jokowi
jokowi, ahok, presiden, pemilu

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menilai Joko Widodo (Jokowi) sangat mungkin maju menjadi calon presiden. Sebab tersiar kabar Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarno Putri sudah meminta Gubernur Jakarta itu maju nyapres. 


Ahok berkaca pada pengalaman pemilihan Gubernur DKI setahun yang lalu. Menurutnya, Jokowi awal kali terus menerus menolak ajakan dan dorongan untuk maju DKI 1. Tetapi begitu turun perintah Megawati, Jokowi langsung memberi anggukan.


"Beliau merasa, PDIP tidak mungkin nyalon, tapi kalau Ibu Mega perintah, dari Solo pindah ke DKI, dia datang. Padahal waktu disuruh

maju DKI, dari Jusuf Kala, dia tolak lho, Pak Prabowo telpon aja, dia tolak. Dia nggak mau nyalon DKI, beliau tegas nggak mau nyalon, survei bisa menang, nggak mau," kata Ahok di Balai Kota, (13/3).


Namun, Ahok menegaskan Jokowi patuh kepada Mega bukan karena takut, tetapi karena memandang Mega adalah representasi partai. Jokowi mengikuti mekanisme dan aturan main partai. Di mata Ahok, Jokowi merupakan sosok marhaen sejati yang berpikir dan bertindak demi kepentingan rakyat. Ahok juga memperkirakan Mega juga memandang kentalnya kemarhaenan yang menempel pada mantan Walikota Solo ini.


"Bukan karena takut Bu Mega, karena beliau sadar, inilah rulenya PDIP, modelnya gitu loh. dan Bu Mega juga melihat bahwa Pak Jokowi juga representatif dari marhaennya PDIP," ujar Ahok. 


Ahok menandaskan misi yang dititipkan Megawati ke dirinya dan Jokowi adalah untuk menunjukkan kepada publik masih ada pemimpin yang baik. Dikatakan Ahok, kegiatan Jokowi ke luar daerah juga untuk dimaksudkan guna menggenjot optimisme masyarakat terhadap kepemimpinan bangsa.


"Tugas dari Ibu Mega waktu setuju menaruh Pak Jokowi di DKI, kami jadi show case, model untuk transformasi indonesia. Ke luar daerah itu untuk mempertontonkan, menghapus stigma, bahwa ada pejabat yang jujur,

betul-betul tulus," tutur Ahok.


Tentang kemungkinan Mega menempatkan Jokowi sebagai cawapres, Ahok sangsi hal itu bakal terjadi. Pasalnya, menurut Ahok, Mega telah menempatkan Jokowi di DKI I dan telah merasakan dan mengenali berbagai persoalan yang sedikit banyak bersinggungan dengan isu nasional. Apalagi, selama memimpin DKI, banyak permasalahan yang ditemui, tetapi sulit dipecahkan karena wewenangnya masih terlampau kecil.


"Kalau cawapres turun dong beliau. Artinya nggak sesuai visi misi udah jadi model kan, jadi capres kan bisa nyelesaikan banyak hal, ngatur polisi, jaksa, kan beliau udah merasakan di ibu kota ini kesulitannya di mana, udah dirasakan kan benturan-benturannya di mana," ungkap Ahok.


Kendati telah kencang isu pencapresan, Ahok mengaku belum menerima kabar pasti tentang kabar tersebut. Ahok mengaku beberapa hari yang lalu, ia sempat bertanya kepada Jokowi, menggali jawaban tegas. Namun, Ahok hanya mendapat jawaban bahwa Jokowi belum memperoleh jawaban pasti dari partai.


"Dua hari yang lalu, saya tanya, 'Pak apa betul isu-isunya Bapak mau dicapreskan Ibu Megawati? Nggak, belum jelas juga kata dia," kisah Ahok.


Berintensi melempar komentar nakal, Ahok mengatakan nasib dia bergantung di tangan dua orang, yakni Prabowo dan Jokowi.


"Selanjutnya tinggal tunggu nasib, Pak Prabowo atau Pak Jokowi jadi presiden gitu," ujar Ahok.


Sementara, selepas kepergian mendadak ke Blitar Selasa lalu, Jokowi terus menerus menangkis kian dekatnya deklarasi pencapresannya. Jokowi berulang kali mengatakan urusan ke Blitar, bertujuan hendak berziarah semata. "Dalam rangka ziarah ke proklamator, ke pendiri bangsa. Untuk mendoakan, kok minta restu gimana?" kilah Jokowi.


Editor: Pebriansyah Ariefana


 

  • jokowi
  • ahok
  • presiden
  • pemilu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!