NUSANTARA

Dinkes Kota Medan tidak Punya Data Pasti tentang Gizi Buruk

"Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Medan, balita penderita gizi buruk pada tahun ini ada 110 orang dan balita yang menderita gizi kurang mencapai 1.417 orang."

AUTHOR / Radio Starnews

Dinkes Kota Medan tidak Punya Data Pasti tentang Gizi Buruk
gizi buruk, dinkes, medan

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Medan, balita penderita gizi buruk pada tahun ini ada 110 orang dan balita yang menderita gizi kurang mencapai 1.417 orang.
 
Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Bahrumsyah, angka tersebut bukan data riil, karena Dinkes Kota Medan tidak memiliki data pasti penderita gizi buruk dan kurang gizi itu.

“Dinkes tidak punya data pasti. Data itu hanya berdasarkan BPS dari masyarakat yang menerima jimpitan beras dari Pemko Medan,” sebut anggota Komisi B DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, Selasa (19/3) menyikapi masih tingginya angka penderita gizi buruk dan kurang gizi di Kota Medan.

Bukan hanya data gizi buruk, data kepesertaan program Medan Sehat juga amburadul. Hal itu dibuktikan, tidak mampunya Dinkes memberikan data kepesertaan masyarakat yang telah terdata sebagai peserta JPKMS saat pembahasan Ranperda JPKMS oleh Pansus DPRD.

“Padahal, pemutakhiran data itu memakan dana miliaran rupiah, tetapi masih ditemukan ribuan data ganda. Satu sisi ada yang dapat dua yakni terdaftar di Jamkesmas dan JPKMS. Jadi, bagaimana yang belum dapat sama sekali. Mana ukuran yang sudah dituntaskan itu,” sebut Bahrumsyah.

Selain itu, normalisasi Posyandu untuk menekan dan meminimalisir penderita gizi buruk juga tidak berjalan maksimal, karena kader Posyandu tidak menjemput bola tetapi masih menggunakan pola lama menunggu bola.

Sumber: Radio Starnews

  • gizi buruk
  • dinkes
  • medan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!