BERITA

Desember, Pengumuman Hasil Sensus Ekonomi 2016

"Tantangan Sensus Ekonomi terletak pada pengumpulan data. "

AUTHOR / Dian Kurniati

Desember, Pengumuman Hasil Sensus Ekonomi 2016

KBR, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menargetkan Sensus Ekonomi 2016 bisa langsung diumumkan pada tahun ini. Kepala BPS Suryamin mengatakan, lembaganya memperkirakan pengolahan semua data akan rampung Desember.


“Waktunya, kita sudah memperkirakan dengan 340 ribu tenaga, tentunya dengan seluruh jajaran BPS ikut terlibat, hasil perhitungan kita cukup. Tetapi tetap dipengaruhi oleh respon dari masyarakat. Kita akan merilis hasilnya di bulan Desember. Jadi  Mungkin akhir Desember lah,” kata Suryamin di kantornya, Jumat (18/03/16).


Suryamin mengatakan, tantangan sensus ekonomi terletak pada pengumpulan data. Sebab sensus ekonomi mencakup banyak sektor, sehingga dalam pengumpulan data memerlukan waktu yang lama. Soal metode penelitian dan pengolahannya, kata dia, BPS sudah terbiasa dengan pekerjaan itu. Teknik pengolahannya tidak berbeda dengan survei BPS secara rutin bulanan atau triwulanan. Daftar pertanyaan yang digunakan dalam sensus ekonomi juga sudah disesuaikan dengan teknologi komputer, sehingga membacanya cukup dipindai.


Sensus ekonomi adalah pendataan lengkap seluruh aktivitas ekonomi, kecuali sektor pertanian serta mencakup semua skala usaha dan pelaku usaha. Sensus ekonomi 2016 akan digelar di seluruh wilayah Indonesia pada 1 sampai 31 Mei 2016 dengan melibatkan lebih dari 340 ribu petugas lapangan. Nantinya, data hasil sensus ekonomi dapat dimanfaatkan pemerintah dan pelaku usaha untuk mengetahui peta usaha dari skala mikro sampai terbesar. Diperkirakan, sensus ekonomi 2016 akan mencakup lebih dari 24 juta usaha atau perusahaan. 


Editor: Citra Dyah Prastuti 

  • Sensus Ekonomi
  • BPS
  • kepala bps suryamin

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!