BERITA

Daftar Haji Sekarang, Baru Berangkat 23 Tahun Lagi, Mau Dibatalkan?

Salechuddin mengatakan lamanya masa tunggu menyebabkan banyak warga yang berusaha membatalkan pendaftaran haji. Baik itu karena alasan ekonomi, alasan sakit dan lain-lain.

AUTHOR / Musyafa

Daftar Haji Sekarang, Baru Berangkat 23 Tahun Lagi, Mau Dibatalkan?
Pemandangan dari atas Masjidil Haram, tempat penyelenggaraan ibadah haji. (Foto: kemenag.go.id)


KBR, Rembang – Adanya pembatasan kuota jemaah haji dari Arab Saudi mengakibatkan antrean daftar jemaah haji semakin panjang. Hal itu menyebabkan masa tunggu keberangkatan haji semakin panjang.

Di Rembang Jawa Tengah, jika warga mendaftar beribadah haji hari ini lewat jalur reguler, maka keberangkatan ke Tanah Suci dijadwalkan baru bisa dilakukan pada 2039, atau 23 tahun lagi.


Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Salechuddin mengatakan lamanya masa tunggu menyebabkan banyak warga yang berusaha membatalkan pendaftaran haji. Baik itu karena alasan ekonomi, alasan sakit dan lain-lain.


Namun Salechuddin mengatakan berusaha agar para pendaftar bersabar. Terutama pendaftar usia lanjut. Salechuddin mengatakan bagi jemaah usia 75 tahun ke atas, jadwal keberangkatan bisa didahulukan.


"Kuotanya kalau masih semacam ini, berangkatnya insya Allah pada tahun 2039. Tapi bapak ibu nggak usah khawatir, karena ada sistem yang berumur 75 tahun ke atas bisa diusulkan untuk dipercepat. Mudah–mudahan pemerintahan Arab Saudi bisa menambah kuota yang semula 80 persen jadi 100 persen. Bahkan Presiden juga sudah mengusulkan penambahan. Bagi yang tua–tua juga nggak usah khawatir. Kemarin malah ada yang daftar, umurnya sudah 85," kata Salechuddin, Selasa (6/12/2016).


Tiap kali ada warga datang ke kantornya ingin melakukan pembatalan, Salechuddin menyarankan jangan membatalkan pendaftaran, kecuali memang pendaftar sudah meninggal.


Berdasarkan data Kementerian Agama, pendaftar calon jemaah haji di Kabupaten Rembang cukup tinggi.


Selama 2015 lalu jumlah pendaftar mencapai 2.200 orang, sedangkan tahun ini diprediksi menembus 2.300 orang. Padahal rata–rata pendaftar dari Rembang yang diberangkatkan ke Tanah Suci hanya 700-an orang setiap tahun.


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!