NUSANTARA

Covid-19 Melonjak, Pemkot Balikpapan Tambah 2 Lokasi Isoter

"Kita akan buka kembali penambahan tempat isoter Wisma Atlet. Nanti menjadi dua tempat isoter Hotel Tiga Mustika dan Wisma Atlet,"

AUTHOR / Teddy Rumengan

Covid-19 Melonjak, Pemkot Balikpapan Tambah 2 Lokasi Isoter
persiapan sarana dan prasarana yang akan dijadikan lokasi isolasi terpadu di Jawa Barat, Kamis (17/2/22). (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menambah lokasi isolasi terpusat (isoter), imbas melonjaknya kasus covid-19 di kota itu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, kapasitas Hotel Tiga Mustika Balikpapan yang menjadi lokasi isoter telah mencapai 95 persen. Lokasi yang disiapkan yaitu Wisma Atlet dan Asrama Haji Embarkasi Balikpapan.

"Kita akan buka kembali penambahan tempat isoter Wisma Atlet. Nanti menjadi dua tempat isoter Hotel Tiga Mustika dan Wisma Atlet," kata Andi Sri Juliarty di Balikpapan, Senin (21/2/2022).

Ia menjelaskan, Wisma Atlet Balikpapan memiliki 24 kamar, yang biasanya digunakan skuad Persiba Balikpapan menginap, sebelum bertanding.

Pemerintah Kota Balikpapan, melalui Dinas Kesehatan juga telah menyurati Kementerian Agama agar bisa dipinjamkan kembali Asrama Haji Balikpapan, untuk digunakan sebagai lokasi isolasi terpusat lainnya.

"Dan kami masih sangat berharap Embarkasi Haji bisa dibuka," ungkap Juliarty.

Asrama Haji Embarkasi Balikpapan memiliki 480 kamar.

Juliarty menambahkan, saat ini sekitar 39 persen dari 642 tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit rujukan covid-19 telah ditempati.

"Terjadi lonjakkan dari sebelumnya hanya 12 persen," jelasnya.

Selain itu, kasus covid-19 harian di Balikpapan juga mengalami lonjakan, berkisar antara 600-700 orang.

Pemkot Balikpapan juga kembali menerapkan 50 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk pegawainya.

Baca juga:


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!