BERITA

Bandara Sultan Babullah Dibuka setelah Tiga Hari Tutup

"Otoritas Bandara Babulla mulai mengizinkan maskapai penerbangan untuk beroperasi menyusul makin berkurangnya aktifitas Gunung Api Gamalama. "

Idhar Abd Rahman

Bandara Sultan Babullah Dibuka setelah Tiga Hari Tutup
Petugas sedang membersihkan Bandara Sultan Babullah Ternate yang ditutupi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Gamalama, Senin (22/12/2014). Foto: Antara

KBR,Ternate - Bandara Sultan Babullah Ternate sejak pukul 8.00 WIT pagi tadi mulai dibuka setelah tiga hari ditutup akibat letusan Gunung Gamalama. Otoritas Bandara Babulla mulai mengizinkan maskapai penerbangan untuk beroperasi menyusul makin berkurangnya aktifitas Gunung Api Gamalama.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara Burhan Mansur menjelaskan, penerbangan sudah tidak terganggu dengan abu vulkanik Gunung Gamalama. Sebab, sejak pagi tadi gunung tersebut tak lagi menyemburkan abu vulkanik sehingga bandara diizinkan untuk beroperasi. Namun demikian, maskapai yang beroperasi adalah maskapai yang telah stand by di Bandara Babullah. Sedangkan untuk maskapai yang menuju ke Kota Ternate dipastikan baru mulai beroperasi besok.

"Jelas kalau ada letusan lagi dan arah debunya ke bandara, ya kita tutup lagi. Jadi sistemnya buka tutup, kita berdoa supaya jang meletus lagi. Kalau gunung meletus lagi, kita tutup bandara selama itu menganggu penerbangan, arah letusannya maksudnya arah debunya mengarah ke Bandara Babullah itu ditutup, sangat berbahaya soalnya," katanya hari ini (19/7/2015). 

Burhan mengaku sejauh ini pihaknya belum mengetahui jumlah kerugian ekonomi yang dialami pihak Bandara maupun maskapai atas penutupan Bandara, akibat dari penutupan bandara selama tiga hari.

Editor: Citra Dyah Prastuti

  • Gunung Gamalama
  • Gunung Gamalama Meletus
  • Erupsi Gunung Gamalama
  • Bandara Sultan Babullah Ternate

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!