NUSANTARA

Aksi Pecinta Alam di Kudus: Selamatkan Gunung Muria

"KBR 68H, Kudus- Puluhan mahasiswa dan aktivis pecinta lingkungan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Bumi di Alun-alun Kudus dengan aksi damai."

AUTHOR / Ahmad Rodli

Aksi Pecinta Alam di Kudus: Selamatkan Gunung Muria
pecinta, alam, muria

KBR 68H, Kudus- Puluhan mahasiswa dan aktivis pecinta lingkungan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Bumi di Alun-alun Kudus dengan aksi damai.

Mereka menuntut Pemerintah Kota Kudus untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) khusus mengenai lingkungan. Hal ini mengingat terjadinya longsor di Gunung Muria yang pernah terjadi Januari 2014 lalu yang menelan korban jiwa. Pemerintah setempat dinilai belum banyak berbuat untuk memperbaiki lingkungan.

Koordinator aksi, Wahyu Dwi Pranata mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mengajak masyarakat mengingatkan peristiwa longsornya Gunung Muria, untuk lebih mencintai bumi dalam bentuk sekecil apapun. Misalnya dengan mendaur ulang beberapa sampah plastik yang sudah tidak digunakan. Sekaligus mengajak masyarakat untuk menanam tanaman khas Gunung Muria.

 “Kami ingin menyampaikan bahwa dalam memperingati hari bumi mari kita menjaga dan memelihara bumi dalam bentuk sekecil apapun, contohnya dengan mendaur ulang sampah plastik yang tidak digunakan, kita juga memperkenalkan beberapa tanaman yang tumbuh di lereng Gunung Muria. Kita juga mengingatkan masyarakat Kudus yang baru saja ditimpa bencana dan pemerintah belum melakukan upaya perbaikan atau membuat Perda khusus untuk mengatur lingkungan.”

Wahyu Dwi Pranata menambahkan menurut data dari Muria Reseach Center keberadaan hutan lereng Muria saat ini hanya tinggal 50 persen saja, sementara 50 persen lainnya telah diubah masyarakat menjadi tanaman lunak. Akibatnya karena akar tanaman tidak lagi kuat, pada musim hujan daerah lereng Muria rawan longsor. Hal ini dibuktikan dengan beberapa waktu lalu longsor di lereng Muria menelan belasan korban jiwa.

Para pengunjuk rasa juga membagikan selebaran, membagikan bibit tanaman dan juga menggelar panggung bebas dan pertunjukan seni yang bercerita soal upaya penyelamatan bumi yang dilakukan pelaku kejahatan lingkungan.


Editor: Luviana

  • pecinta
  • alam
  • muria

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!