BERITA

Ahmad Mubarok soal Pilkada langsung: Itu bukan murni suara rakyat

"Mengaku siapa yang mensponsori pilihan Pilkada langsung."

Agus Luqman

Ahmad Mubarok soal Pilkada langsung: Itu bukan murni suara rakyat
Ahmad Mubarok, Demokrat, RUU Pilkada

Beberapa saat sebelum voting dilakukan, Partai Demokrat memutuskan untuk walk out. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, langkah ini sesuai dengan apa yang diperhitungkan sebelumnya. Menurut Ahmad Mubarok, ini mencerminkan sikap Demokrat yang ‘netral’. 


Simak perbincangan Sarapan Pagi dengan Ahmad Mubarok soal sikap partainya ini. 


Kelihatannya puas ya?


“Saya sudah dari awal berhitung seperti ini. Artinya Pak SBY pakai akal sehat saja, kemudian meredakan ketegangan. Oleh karena itu ketika Pak SBY mengatakan pilkada langsung banyak sekali yang protes. Saya bilang itu sepuluh syarat, sepuluh syarat itu tidak mudah dan ternyata kemudian dilobi-lobi sepuluh syarat itu tidak bisa diterima.” 


Tapi kesannya seperti setengah hati ya?


“Oh tidak. Masukan yang paling banyak ke Demokrat ialah pilkada langsung lebih banyak mudharatnya, lebih banyak bahayanya. Dari majelis ulama, PB NU, Muhammadiyah dari mana-mana itu kasih masukan pilkada langsung itu banyak mudharatnya. Karena itu pilihannya ialah bagaimana mengurangi mudharat itu dengan sepuluh syarat, jika diterima ya itu yang akan dipilih. Tapi ketika tidak diterima ya kita menghindari mudharat yang banyak. Kemudian tidak mau terlibat konflik ya sudah walkout saja.” 


Dalam lobi politik ini PDIP, Hanura, PKB sudah mendukung Demokrat. Kenapa tidak bertahan bersama tiga partai itu?


“Kan ditolak oleh yang lain. Kan harus jadi usulan di paripurna ternyata ditolak oleh yang lain tetap hanya dua.” 


Sebetulnya yang sedang dimainkan ini apa oleh Partai Demokrat? 


“Itulah yang namanya netral. Netral itu ialah bebas aktif, orang mengatakan netral itu banci, netral itu bebas aktif memilih mana yang paling akal sehat. Ketika Demokrat dimaki-maki oleh Koalisi Merah Putih kita jawab kita bukan anggota Koalisi Merah Putih kok. Jadi itulah model politik netral bebas aktif memilih kemana yang paling bermanfaat.” 


Apakah tidak mempertimbangkan suara-suara dari masyarakat yang mungkin banyak memilih pilkada langsung?


“Kita tahu siapa yang ngomong, siapa yang biayai, siapa yang sponsori kita tahu semua itu. Itu bukan suara rakyat murni.”  


  • Ahmad Mubarok
  • Demokrat
  • RUU Pilkada

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!