Pangkas Batu Bara, Indonesia-Denmark Bakal Garap Energi Bersih di 4 Provinsi

"Provinsi ini masih didominasi oleh penggunaan batu bara, namun 'combined cycles' dapat dijadikan alternatif energi yang murah untuk menggantikan batu bara."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Des 2019 11:59 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pangkas Batu Bara, Indonesia-Denmark Bakal Garap Energi Bersih di 4 Provinsi

Presiden Joko Widodo mengamati kincir PLTB di Kab Sidrap, Sulsel, Senin (2/7/19).

KBR, Jakarta- Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Denmark untuk mengembangkan energi bersih di Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Riau.

"Denmark telah memberikan dukungan terhadap pengembangan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) untuk empat provinsi," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di situs resminya, Kamis (5/12/2019).


Skenario Pemerintah Denmark

Dalam RUED tersebut, Pemerintah Denmark mengusulkan skenario pengembangan energi bersih yang cocok dengan potensi masing-masing wilayah.

Untuk Sulawesi Utara, skenario yang disarankan adalah pengembangan energi air. Sedangkan Gorontalo dinilai berpotensi besar mengembangkan energi surya. 

"Apabila kedua provinsi ini berhasil mengembangkan energi hidro (air), energi surya, dan menggunakan natural gas untuk menggantikan batu bara, maka kedua provinsi ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar kurang lebih 50 persen pada tahun 2030," jelas Kementerian ESDM.

Untuk Kalimantan Selatan, Pemerintah Denmark mengusulkan pengembangan combined cycles, yakni kombinasi energi angin, energi surya, dan natural gas

"Provinsi ini (Kalimantan Selatan) masih didominasi oleh penggunaan batu bara, namun combined cycles dapat dijadikan alternatif energi yang murah untuk menggantikan batu bara," jelas Kementerian ESDM.

Terakhir, untuk Riau, Pemerintah Denmark mengusulkan pengembangan energi angin dan energi surya.

"Apabila bauran EBT (energi baru terbarukan) dapat mencapai 2/3 pasokan listrik Riau pada tahun 2030, maka akan terjadi penghematan pembiayaan infrastruktur listrik sebesar Rp13 miliar," kata Kementerian ESDM lagi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat