Meski Menyulitkan Agama Minoritas, Wapres Dukung SKB Rumah Ibadah

"Kalau sudah memenuhi syarat tidak boleh ada yang menolak, kalau belum memenuhi syarat tidak boleh memaksakan diri."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Des 2019 18:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

Meski Menyulitkan Agama Minoritas, Wapres Dukung SKB Rumah Ibadah

Wakil Presiden RI 2019-2024 Ma'ruf Amin. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pembangunan rumah ibadah harus mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Pendirian Rumah Ibadah.

"Kalau soal pendirian rumah ibadah kan sudah ada. Sudah ada Peraturan Bersama Menteri yang mengatur tentang pendirian rumah ibadah, dan isi dari peraturan itu sebenarnya kesepakatan majelis-majelis agama yang dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (26/12/2019).

"Kalau sudah memenuhi syarat tidak boleh ada yang menolak, kalau belum memenuhi syarat tidak boleh memaksakan diri," kata Ma'ruf.


SKB Pendirian Rumah Ibadah Menyulitkan Agama Minoritas

SKB Pendirian Rumah Ibadah memang sudah jadi aturan resmi. Tapi, dalam penerapannya SKB itu menyulitkan penganut agama minoritas.

SKB itu mengharuskan agar pembangunan rumah ibadah memenuhi syarat administratif seperti:

  • Pengumpulan minimum 90 Kartu Tanda Penduduk;
  • Dukungan masyarakat sedikitnya 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa;
  • Rekomendasi tertulis dari kepala kantor Departemen Agama, dan;
  • Rekomendasi tertulis Forum Kerukunan Umat Beragama kabupaten/kota. 

Syarat-syarat itu kerap jadi pengganjal, misalnya, bagi umat Kristiani yang hendak membangun gereja di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.

Beberapa contoh 'korban' dari SKB ini adalah Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi. Selama bertahun-tahun mereka tak kunjung mendapat izin mendirikan gereja. Saat Natal, Rabu kemarin (25/12/2019) mereka merayakan Natal di seberang Istana Merdeka, Jakarta. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Istana Buckingham Mencopot Gelar Kerajaan Pangeran Harry dan Istrinya

Prakiraan Cuaca Dari BMKG

Presiden Minta Semua ASN Nanti Pindah ke IKN Baru