Dua WNI Berhasil Dibebaskan dari Kelompok Abu Sayyaf, Seorang Lainnya?

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta otoritas Filipina membantu upaya pembebasan tiga nelayan Indonesia yang kini disandera kelompok Abu Sayyaf.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Des 2019 09:43 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Kevin Candra

Dua WNI Berhasil Dibebaskan dari Kelompok Abu Sayyaf, Seorang Lainnya?

Kelompok Abu Sayyaf. (Foto: VoA)

KBR, Jakarta- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengklaim dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, berhasil dibebaskan. Juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra menjelaskan misi pembebasan itu kerja sama antara Indonesia dan Fililpina. 

"Sehubungan telah dibebaskannya warga negara Indonesia dari penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Abu Sayyaf. Sementara ini berdasarkan kerja sama pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina sudah ada bukti nyata bahwa pemerintah Filipina dengan sungguh dan serius mencari sampai membebaskan warga negara Indonesia yang disandera beberapa hari yang lalu oleh kelompok Abu Sayyaf," ujar juru bicara Mabes Polri Asep Adi Saputra di Humas Mabes Polri, Senin (23/12/2019).

Dua WNI yang berhasil dibebaskan adalah Maharudin Lunani dan Samiun Maneu. Pembebasan dilakukan pada Minggu (22/12). Sementara seorang WNI, bernama Muhammad Farhan, hingga kini belum berhasil dibebaskan. 


Jokowi Minta Duterte Bantu Bebaskan 3 WNI

Sebelumnya, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan kapal ikan di Malaysia, diculik dan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. 

Ketiganya yaitu Samiun Maneu (27), Maharuddin Lunani (48), dan Muhamad Farhan (27). Dalam sebuah video yang beredar, salah seorang sandera, Samiun, mengaku ditangkap pada 24 September 2019. Kata dia, penculik meminta tebusan 30 juta Peso jika ingin dibebaskan. 

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta otoritas Filipina membantu upaya pembebasan tiga nelayan Indonesia yang kini disandera kelompok Abu Sayyaf. 

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan permintaan itu disampaikan Jokowi saat bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam KTT ASEAN-RoK beberapa waktu lalu.

"Dalam artian kita mengingatkan kembali masih ada tiga warga negara kita yang menjadi korban penculikan dan kita memohon, meminta bantuan otoritas Filipina untuk dapat mengintensifkan upaya untuk pembebasan tiga warga negara kita dengan selamat," kata Retno di sela 'Seminar Propartif dan Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tahun 2019' di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menambahkan, dirinya juga telah membahas upaya pembebasan nelayan Indonesia dengan menteri pertahanan Filipina. Kata Retno, otoritas Filipina merespon baik permintaan Indonesia tersebut.

 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7