Bertemu Jokowi, Menkopolhukam Bicarakan Isu Korupsi Hingga KKR

"Ini rencana-rencana ada RUU KKR, Saber Pungli, Bakamla, banyaklah laporan-laporan,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Des 2019 12:56 WIB

Author

Dian Kurniati

Bertemu Jokowi, Menkopolhukam Bicarakan Isu Korupsi Hingga KKR

Spanduk peringatan 21 tahun tragedi Semanggi I terpasang di kampus Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Rabu (13/11/2019). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR, Jakarta-   Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan laporan tentang sejumlah pekerjaannya, seperti mendorong penyelesaian kasus-kasus korupsi dan pelanggaran HAM. Mahfud mengatakan, Jokowi memerintahkannya serius mengawal pemberantasan sejumlah korupsi besar yang belum terjamah. Selain itu, Jokowi juga ingin rancangan undang-undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi segera dimatangkan, untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Saya laporkan semua yang dilakukan Menkopolhukam, ini rencana-rencana ada RUU KKR, Saber Pungli, Bakamla, banyaklah laporan-laporan, tapi tidak ada yang luar biasa. Yang saya dengar, Presiden penekanan pemberantasan korupsi di berbagai sektor, supaya lebih efektif ke depannya. Karena banyak sekali yang besar-besar belum terjamah, lalu penyelesaian kasus HAM," kata Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/12/2019).

Baca juga:


Mahfud mengatakan, pertemuannya dengan Jokowi tersebut lebih banyak membicarakan wacana pembentukan KKR, setelah undang-undangnya dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 2006. Menurut Mahfud, pemerintah akan selalu kesulitan mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu karena keterbatasan saksi dan barang bukti. Sehingga, kata dia, skema rekonsiliasi lewat KKR bisa menjadi solusi untuk mengurai kasus pelanggaran HAM masa lalu tersebut.

Ia mengklaim, usaha menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu telah berlangsung belasan tahun, atau sejak reformasi. Namun menurutnya, hasil pemetaan menunjukkan kasus yang bisa diadili lebih sedikit dibanding dengan yang tidak ditemukan objek maupun subjeknya.


Baca juga:


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban