Bank Dunia: Perlindungan Lansia di Indonesia Lemah

"Saat ini sekitar 36 persen lansia di Indonesia miskin atau rentan miskin, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring penuaan penduduk."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Des 2019 14:00 WIB

Author

Adi Ahdiat

Bank Dunia: Perlindungan Lansia di Indonesia Lemah

Seorang lansia minum air dari ember saat pembagian bantuan air bersih di Desa Jatimulya, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Bank Dunia baru saja merilis laporan analisis mereka tentang perekonomian Indonesia dalam Indonesia Economic Quarterly December 2019, Rabu (11/12/2019).

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia memuji ekonomi makro Indonesia yang mampu tumbuh 5 persen di tengah perlambatan ekonomi global.

Namun, Bank Dunia juga menyoroti berbagai kekurangan, seperti soal lemahnya perlindungan terhadap kelompok lanjut usia (lansia).

"Saat ini sekitar 36 persen lansia di Indonesia miskin atau rentan miskin, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring penuaan penduduk," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

"Dukungan perlindungan sosial untuk lansia di Indonesia rendah. Hal ini membuat jaminan penghasilan untuk lansia miskin patut jadi perhatian penting."

"Jika tak ada langkah tambahan untuk memasukkan pekerja informal dan lansia ke dalam sistem jaminan sosial, persentase lansia miskin nyaris dipastikan bakal naik," jelas Bank Dunia.


Berita Terkait: Banyak Buruh Tak Punya Pensiun, BPS Usul Ada Lapangan Kerja untuk Lansia


Perluas BPNT dan PKH, atau Buat Program Baru

Untuk mengatasi masalah di atas, Bank Dunia mendorong Indonesia supaya mengembangkan lagi program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Kelompok lansia bisa dijadikan target spesifik penerima BNPT. Cakupan PKH juga bisa diperluas untuk lansia, terlepas dari apakah mereka tinggal bersama keluarganya atau tidak," usul Bank Dunia dalam laporannya.

"Atau, (pemerintah Indonesia) bisa mendesain program jaminan sosial khusus untuk lansia," kata Bank Dunia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban