Perubahan BP Batam Jadi KEK, Jokowi Tagih Progres ke Darmin

"Kita ingin Batam dan sekitarnya, yang memiliki posisi strategis bisa dikembangkan secara maksimal, memiliki daya saing utk untuk kawasan ekonomi dan daya tarik untuk investor."

BERITA , NASIONAL

Rabu, 12 Des 2018 21:03 WIB

Author

Dian Kurniati

Perubahan BP Batam Jadi KEK, Jokowi Tagih Progres ke Darmin

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla ketika memimpin rapat terbatas tentang pengembangan Batam. Presiden meminta Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk segera dibubarkan guna mengatasi masalah dualisme otoritas dengan Pemerintah Kota Batam. (Foto: An

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo  menagih progres rencana menjadikan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution .

Menurut Jokowi, Batam memiliki potensi besar sebagai kota tujuan investasi. Potensi tersebut, akan semakin besar, jika Batam tak sekadar berstatus zona perdagangan bebas atau free trade zone, tetapi harus menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dengan berbagai kemudahan dan insentif untuk investor, agar semakin bersaing dengan negara lain di Asia Tenggara.

"Kita ingin Batam dan sekitarnya, yang memiliki posisi strategis bisa dikembangkan secara maksimal, sehingga memiliki daya tarik yang bagus, memiliki daya saing utk untuk kawasan ekonomi dan daya tarik untuk investor. Proses transformasi dari free trade zone ke KEK, juga urusan berkaitan dengan perizinan, kepastian hukum bagi investor, khususnya infrastruktur, masalah pelabuhan, dan lainnya," kata Jokowi di kantornya, Rabu (12/12/2018).

Jokowi mengatakan, perubahan Batam dari free trade zone menjadi kawasan ekonomi khusus juga akan dibarengi dengan berbagai kemudahan perizinan, meski saat ini sudah berlaku Pelayanan Terpadu Satu Pintu. 

Kemudahan lainnya, bisa berupa pemberian insentif dan pengembangan infrastruktur untuk menunjang kawasan industri. 

Presiden Jokowi, telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membenahi BP Batam sejak Januari 2016. 

Saat itu, tujuan awal Jokowi adalah menghilangkan kebingungan investor karena dualisme dalam pengelolaan free trade zone Batam, antara BP Batam dan pemerintah kota Batam. 

Namun, pada rapat di kantor Jokowi hari ini, keputusan menyelesaikan dualisme tersebut sebatas membubarkan BP Batam dan mengembalikan kewenangan mengelola kawasan tersebut kepada Pemkot Batam.

Baca: Selesaikan Dualisme, Pemerintah Bubarkan BP Batam

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan terus mengusahakan perbaikan iklim investasi di Batam. 

Airlangga mengatakan, saat ini di Batam mulai berdatangan investor yang menerapkan industri 4.0, seperti Schneider Electric dan Infineon. 

Selain itu, lanjut Airlangga, Pegatron Corporation sebagai perusahaan perakit ponsel pintar Iphone juga telah bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada yang berada di Batam, untuk mulai berproduksi di sana. 

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan tax holiday sebagai insentif untuk industri elektronik yang termasuk prioritas Making Indonesia 4.0.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17