Impor Migas Sebabkan Neraca Perdagangan Defisit

Yang menyebabkan defisit, yang pertama dan utama adalah defisit di migas sebesar USD 1,5 miliar, tetapi nonmigas juga mengalami defisit USD 583 juta.

BERITA , NASIONAL

Senin, 17 Des 2018 13:33 WIB

Author

Dian Kurniati

Impor Migas Sebabkan Neraca Perdagangan Defisit

Ilustrasi kegiatan ekspor impor di Pelabuhan Kuala Tanjung. (Foto: Antara/HO)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak bumi dan gas menjadi penyebab defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada November 2018 yang mencapai USD2,05 miliar.

"Penyebab defisit, yang pertama dan utama adalah defisit di migas sebesar USD1,5 miliar, tetapi nonmigas juga mengalami defisit USD 583 juta. Khusus untuk migas, defisit dari minyak mentah, terutama hasil minyak, sebesar USD 1,6 miliar. Sementara gas masih tumbuh positif," kata Kepala BPS, Suhariyanto di kantor BPS Jakarta, Senin (17/11/2018).

Suhariyanto mengatakan, neraca perdagangan yang defisit berasal dari nilai impor senilai USD16,88 miliar, dan ekspor USD14,88 miliar.

Untuk nilai ekspor sepanjang November 2018, terjadi penurunan ekspor sebesar 6,69 persen dibandingkan Oktober 2018.

Penurunan tersebut disebabkan ekspor migas yang menurun USD1,37 miliar atau 10,75 persen. Ekspor hasil minyak juga menurun 28,66 persen, nilai minyak mentah menurun 9,10 persen, dan nilai gas menurun 8,36 persen. 

Dari sisi impor, kata Suhariyanto, nilai impor sepanjang November 2018 mencapai USD16,88 miliar, menurun 4,47 persen dibanding bulan sebelumnya.

Baca: September 2018, Neraca Perdagangan Indonesia Alami Surplus

Penurunan impor tersebut disebabkan penurunan impor migas 2,80 persen, karena penurunan impor minyak mentah 2,37 persen, hasil minyak 1,63 persen, dan gas 10,51 persen.

"Sedangkan dari sisi nonmigasnya, menurun 4,80 persen," kata Suhariyanto.

Pertumbuhan impor terbesar berasal dari Tiongkok yang naik USD70,4 juta, Inggris USD43,5 juta dan Uni Emirat Arab USD36,3 juta.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17