Anggaran Mitigasi Bencana Minim, BNPB Akan Ajukan Tambahan di APBNP 2019

"Mitigasi tsunami masih sangat terbatas antara eksisting dan kebutuhan masih sangat jauh kebutuhannya, oleh karena itu harus dijadikan prioritas lagi lah"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 26 Des 2018 22:14 WIB

Author

Muthia Kusuma

Anggaran Mitigasi Bencana Minim, BNPB Akan Ajukan Tambahan di APBNP 2019

Warga melintasi reruntuhan rumah yang rusak akibat tsunami di Kampung Nelayan Teluk, Labuan, Pandeglang, Banten. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan anggaran untuk mitigasi bencana di Indonesia minim.

Menurut Sutopo, masih banyak kebutuhan yang harus dilengkapi guna keperluan mitigasi dan kemungkinan BNPB akan mengajukan anggaran tambahan untuk mitigasi bencana, karena potensi bencana masih cukup besar di Indonesia, dan belum menjadi prioritas di Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 mendatang.

"Ya, kalau dengan melihat begitu besar dampak tsunami apalagi 2018 terjadi di tsunami dan Selat Sunda, mitigasi tsunami masih sangat terbatas antara eksisting dan kebutuhan masih sangat jauh kebutuhannya, oleh karena itu harus dijadikan prioritas lagi lah," kata Sutopo ketika memberikan keterangan pers di Kantor BNPB, Rabu (26/12/2018).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menyatakan, hingga Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat terjangan tsunami di Selat Sunda mencapai 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 hilang, dan 21.991 orang mengungsi.

Sutopo juga membantah adanya penurunan status Gunung Anak Krakatau. Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada dalam status waspada level 2.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mudah mempercayai berita bohong atau hoaks yang tersebar di media sosial terkait tsunami susulan di Selat Sunda.

"Aktivitas anak gunung krakatau masih terus erupsi. Statusnya masih tetap sama, PVMBG tetap menetapkan status waspada level II. Jadi tidak benar di sosial media beredar bahwa gunung anak krakatau menjadi siaga level III. Sampai dengan saat ini PVMBG masih menetapkan status waspada level II," kata Sutopo.

Saat ini, titik bahaya ada di radius 2 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau, dan masyarakat sebaiknya menjauhi radius tersebut.

"Bahkan sesuai imbauan BMKG, masyarakat diminta untuk mengantisipasi tsunami susulan dengan menghentikan aktivitas pada 500 hingga 1 kilometer dari garis Pantai di Selat Sunda, terutama pantai yang ada di Provinsi Banten," katanya.

BNPB juga memastikan Pantai Ancol, di Jakarta Utara aman dari tsunami Selat Sunda. Kalaupun ada gelombang tinggi di pantai Ancol, itu dikarenakan faktor cuaca atau kondisi laut.

"Ya kalau Ancol aman dari tsunami yang ada di Selat Sunda apalagi yang dibangkitkan oleh erupsi, dan aktivitas erupsiĀ  dari Gunung Anak Krakatau. Jadi kondisinya di Jakarta juga aman. Apalagi kalau kita lihat di peta daerahnya itu jauh dengan Jakarta, jauh dengan Ancol," pungkas Sutopo Purwo Nugroho.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak