Abu Umar, Napi Bom Panci Meninggal

"Abu Umar mengalami serangan jantung, dan meninggal usai dibawa ke RSUD Cilacap, Minggu pagi"

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Des 2018 19:34 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Abu Umar, Napi Bom Panci Meninggal

Ilustrasi otopsi jenazah tersangka teroris. (Foto: Antara)

KBR, Cilacap - Narapidana terorisme yang dikenal dengan jaringan bom panci, Wawan Prasetyawan, alias Abu Umar bin Sakiman meninggal di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Minggu (16/12/2018) malam.

Kepala Lapas Batu, yang juga Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan, Hendra Eka Putra menjelaskan, Abu Umar mengalami serangan jantung, dan meninggal usai dibawa ke RSUD Cilacap, Minggu pagi.

Sehari sebelumnya, Abu Umar sempat mengeluhkan sakit di bagian perut.

"Sakit jantung. Memang kalau sakit jantung itu tidak ada gejala. Perutnya mual. Akhirnya kita bawa ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit itu kena anfal. Hari Sabtunya dia mengeluh, lalu Minggu itu dia mual-mual, dikira maag-nya kambuh. Hari itu kita bawa ke dokter, ke rumah sakit. Setelah itu keluarga datang, kemudian masuk ke ICU," kata Hendra Eka Putra.

Hendra Eka Putra menambahkan, jenazah Abu Umar telah diserahkan kepada keluarga pada Minggu malam untuk dimakamkan.

Kondisi Memburuk, Dibawa ke UGD

Kabar meninggalnya Wawan, alias Abu Umar, juga dibenarkan Kepolisian Resor Cilacap.

Juru Bicara Polres Cilacap, Bintoro Wasono mengatakan, Abu Umar dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Cilacap, dalam kondisinya telah memburuk.

Kondisi kesehatan Wawan sudah menurun sejak berada di Lapas Nusakambangan. Oleh karena itu, begitu tiba di RSUD Cilacap, Abu Umar dirawat di ruang ICU, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Polres Cilacap juga telah menghubungi keluarga Abu Umar saat di RSUD Cilacap.

"Ya kita ngawal juga. Kan sempat masuk ke rumah sakit. Pas dirawat, sampai dia meninggal itu dijaga kepolisian. Tidak banyak, cukup dua-dua. Kalau sakitnya apa kurang tahu persis. Karena itu pertimbangan dokter. Kalau sudah ngedrop betul, ya akhirnya dirawat di rumah sakit. Sudah kita serahkan ke keluarganya,” pungkas Bintoro Wasono.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun